Latest Post
10.40
[Foto] Tepung Tawar Terkait Penembakan Posko NasDem
Written By Safrizal on Rabu, 19 Februari 2014 | 10.40
| Empat anggota tim pemenangan dan Zubir HT, caleg Partai Nasdem di Matangkuli, Aceh Utara dipeusijuek. Foto ZULKIFLI ANWAR | ATJEHPOSTcom |
![]() |
| Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Zulfan Lidan sedang memberikan arahan dan semangat terhadap kader Partai Nasdem pada Acara Tepung Tawar terhadap Caleg yang diberondong tembakan dan pengananian di Gampong Kunyet Mule, Matang Kuli, Aceh Utara, Selasa (18/02/2014). |
![]() |
| Caleg DPRA H. Tarmizi Daud menyambut kedatangan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Zulfan Lidan di Gampong Kunyet Mule, Matang Kuli, Aceh Utara, Selasa (18/02/2014). |
![]() |
| Para Kader Partai NasDem sedang mendengar arahan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Zulfan Lidan di Gampong Kunyet Mule, Matang Kuli, Aceh Utara, Selasa (18/02/2014). |
![]() |
| Empat anggota
tim pemenangan dan Zubir HT, caleg Partai Nasdem di Matangkuli, Aceh
Utara dipeusijuek. Foto Safrizal | LMN |
![]() |
| Ketua DPD Partai NasDem Aceh Utara Ir. Mutaqqin MM sedang memberikan arahan kepada Baret Partai NasDem di Gampong Kunyet Mule, Matang Kuli, Aceh Utara, Selasa (18/02/2014). |
![]() |
| Sebelum acara Tepung Tawar terhadap Caleg yang diberondong tembakan dan pengananian di Gampong Kunyet Mule, Matang Kuli, Aceh Utara, Selasa (18/02/2014). |
![]() |
| Antusias kader Partai NasDem serhadap Gerakan Perubahan. |
Redaksi: Safrizal
Label:
Foto,
Info,
Kegiatan,
Partai NasDem
09.48
Mahasiswa NasDem: kekerasan jelang Pemilu didesain
| sumutpos.co |
ACEH UTARA – Kekerasan jelang Pemilu meningkat,
bahkan sudah mengarah pada kekerasan fisik hingga penghilangan nyawa.
Kasus terkini penyerangan posko pemenangan Caleg NasDem di Aceh Utara.
Patut dinilai kekerasan-kekerasan yang terjadi memang sengaja didesain.
“Kami menduga kekerasan menjelang pemilu ini sudah didesain
sedemikian rupa. Tujuan untuk menakut-nakuti masyarakat, supaya
masyarakat yang tertekan akan mengikuti kehendak mereka,” kata Ketua
Koordinator Komisariat Liga Mahasiswa NasDem Aceh Utara, Safrizal
melalui siaran pers ke AJNN.net, Selasa (18/2).
Seharusnya kata Safrizal pihak-pihak yang bermain dibalik aksi teror
memikirkan nasib perdamaian Aceh. Supaya kedamaian yang sedang dinikmati
bisa terus berlangsung dan bisa melahirkan kualitas Pemilu yang bersih.
Safrizal juga mendesak pihak kepolisian untuk bersikap adil dalam menuntas kasus, tanpa berpihak pada golongan tertentu.(http://www.ajnn.net)
Redaksi: Safrizal
Label:
Info,
Kliping,
LMN,
Partai NasDem
09.44
Lhokseumawe – Liga
Mahasiswa NasDem (LMN) Aceh Utara dan Lhokseumawe menuding insiden
penembakan posko Caleg Nasdem, Zubir HT yang didikuti penganiayaan
terhadap sejumlah kader NasDem pada Minggu (16/02/2014) lalu oleh dua
orang tak dikenal (OTK) di Gampong Kunyet Mule, Matang Kuli, Aceh Utara,
adalah perbuatan disengaja dan telah didesain sedemikian rupa oleh
pihak tertentu.
LMN: Penembakan Posko NasDem By Design
| Safrizal, Koordinator Komisariat Liga Mahasiswa NasDem (LMN) Aceh Utara dan Lhokseumawe. | Foto Ist |
“Tujuannya, agar masyarakat menjadi
takut dan tertekan serta kemudia cenderung untuk mengikuti dan memilih
partai tertentu pada Pemilu 9 April mendatang.”
Hal itu disebutkan oleh Koordinator
Komisariat Liga Mahasiswa NasDem, Safrizal, dalam siaran persnya kepada
AtjehLINK, Rabu (19/02/2014).
Menurut Safrizal, hari pemungutan suara
untuk pemilihan anggota legislatif yang semakin dekat, sejumlah
kekerasan dan intimidasi terus terjadi berulang- ulang.
Hal itu kata Safrizal, membuat banyak
pihak khawatir akan kualitas hasil Pemilu pada 9 April mendatang, karena
terlaksana dalam suasana tidak kondusif serta penuh pelanggaran.
Beranjak dari peristiwa penembakan posko
pemenangan HT Zubir dan penganiayaan kader NasDem, kata Safrizal lagi,
pihaknya mendesak polisi agar segera mengungkap motif dan dalang dibalik
peristiwa itu.
“Kami yakin polisi mampu mengungkapkan
berbagai kejahatan menjelang Pemilu di Aceh sebelum tanggal 9 April.
Supaya perdamaian yang kita nikmati benar-benar terjamin terutama untuk
kualitas hasil pileg demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Selain itu tambah Safrizal, polisi harus berpihak kepada semua golongan tak terkecuali untuk Partai NasDem.
Masih menurut Safrizal, kondisi Aceh
kekinian penuh dengan kepentingan banyak pihak. Karena itu sangat
leluasa kelompok- kelompok tertentu memainkan peran dengan menghalalkan
semua cara, demi mendapatkan kekuasaan yang diharapkan.
“Bila hal tersebut (kekerasan dan
intimidasi-red) terus terjadi , jangan berharap kesejahteraan akan ada
di Aceh. Hak hidup aman, damai dan tentram masyarakat harus benar-benar
terlindungi, sebagaimana konsep Hak Asasi Manusia (HAM) yang paling
hakiki adalah hak untuk hidup,” sebut Safrizal. (http://atjehlink.com)
Redaksi: Safrizal
Redaksi: Safrizal
Label:
Info,
Kliping,
LMN,
Partai NasDem
14.00
Liga Mahasiswa NasDem: Aksi Kekerasan Menjelang Pemilu Di Aceh Sudah Terstruktur
Written By Safrizal on Selasa, 18 Februari 2014 | 14.00
![]() |
| Safrizal |
Aceh Utara - Pemilihan
Umum (Pemilu) legistaif sudah semakin dekat, sementara aksi kekerasan,
intimidasi, pengeroyokan, dll yang bersifat pelanggaran pemilu juga
semakin meningkat khususnya di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan
Indonesia pada umumnya.
Namun atas kejadian yang menimpa partai NasDem
belakangan ini berupa penembakan dan penganiaan terhadap kader Partai
NasDem di Desa Kunyet Mulee Kecamatan Matang Kuli Kabupaten Aceh Utara
terus menjadi kekwatiran semua pihak terhadap kualitas pemilu yang akan
dihasilkan pada 09
April mendatang.
Atas kejadia tersebut, Liga Mahasiswa NasDem (LMN) Aceh Utara dan Lhokseumawe menyatakan sikap: Pertama; Kami yakin pihak kepolisian mampu mengungkapkan berbagai kejahatan menjelang pemilu di Aceh sebelum tanggal 09 April mendatang. Supaya rasa kedamaian yang sedang kita dikmati saat ini benar-benar terjamin terutama untuk kualitas hasil pilleg demi kesejahteraan rakyat.
Atas kejadia tersebut, Liga Mahasiswa NasDem (LMN) Aceh Utara dan Lhokseumawe menyatakan sikap: Pertama; Kami yakin pihak kepolisian mampu mengungkapkan berbagai kejahatan menjelang pemilu di Aceh sebelum tanggal 09 April mendatang. Supaya rasa kedamaian yang sedang kita dikmati saat ini benar-benar terjamin terutama untuk kualitas hasil pilleg demi kesejahteraan rakyat.
Kedua; Kami mendesak pihak kepolisian untuk terus berpihak kepada semua golongan tak terkecuali untuk Partai NasDem itu sendiri.
Kami
menduga bahwa aksi kekerasan menjelang pemilu ini sudah di desain sedemikian
rupa dengan tujuan untuk menakut-nakuti masyarakat oleh pihak-pihak tertentu, supaya masyarakat
yang tertekan akan mengikuti kehendak mereka. Papar Safrizal (Koordinator LMN Aceh Utara dan Lhokseumawe), Selasa (18/02/2014)
Selain
itu, kondisi Aceh yang saat ini penuh
dengan kepentingan, maka semakin leluansa kelompok-kelompok tersebut
memainkan perannya dengan menghalalkan semuan cara demi mendapatkan
kekuasaan yang diharapkan. Bila hal tersebut terus terjadi di Aceh,
jangan berharap kesejahteraan akan ada di Aceh. Sambung Safrizal
Oleh karena itu, LMN berharap agar masyarakat jangan terus dibiarkan hidup dalam cengkraman ketakutan dan traumatis serta stigma yang sangat mendalam, mengerikan, dan sulit hilang. Hak hidup aman, damai dan tentram masyarakat harus benar-benar terlindungi dari dirinya sebagaimana konsep Hak Asasi Manusia (HAM) yang paling hakiki adalah hak untuk hidup.
Oleh karena itu, LMN berharap agar masyarakat jangan terus dibiarkan hidup dalam cengkraman ketakutan dan traumatis serta stigma yang sangat mendalam, mengerikan, dan sulit hilang. Hak hidup aman, damai dan tentram masyarakat harus benar-benar terlindungi dari dirinya sebagaimana konsep Hak Asasi Manusia (HAM) yang paling hakiki adalah hak untuk hidup.
13.31
Zulfan Lindan: Kader NasDem tidak Boleh Pengecut
| AtjehLINK |
Aceh Utara – Ketua Dewan Pimpinan
Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Zulfan Lidan mengatakan,
seluruh kader NasDem jangan takut dan tidak boleh jadi pengecut.
Demikian dikatakan Zulfan Lindan menanggapi insiden pemberondongan posko
Zubir HT, Caleg NasDem untuk DPRK Aceh Utara dua hari lalu.
Hal itu disebutkan Zulfan Lindan saat
menghadiri acara peusijuk kader NasDem yang berlangsung di posko
pemenangan Zubir HT di Gampong Kunyet Mule, Matang Kuli, Aceh Utara,
Selasa (18/02/2014).
“NasDem bukan partai pengecut, bukan
berarti dengan adanya teror seperti ini NasDem akan mundur, namun dimana
terdapat tantangan, maka NasDem akan berjuang di tempat itu,” kata
Zulfan Lindan dalam sambutannya pada acara tersebut.
Pengurus pusat NasDem itu menambahkan,
jika ada kader partai tersebut takut dan menjadi pengecut, agar segera
angkat kaki dari NasDem. “NasDem tidak butuh kader pengecut untuk
mewujudkan perubahan di bumi Aceh dan Indonesia. Lebih baik kader NasDem
sedikit tapi berani, dari pada banyak tapi penakut,”tegasnya.
Pada kesempatan itu. selaku pimpinan
NasDem, Zulfan Lindan mendesak kepolisian agar segera mengungkap kasus
penganiayaan dan pemberondongan dengan senjata api posko pemenangan
caleg NasDem, Zubir HT pada Minggu (16/02/2014) lalu.
“Polisi harus mengusut dan menangkap otak pelaku peristiwa tersebut,” tukas Zulfan Lindan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan
Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Aceh Utara, Ir H
Muttaqin MM, meminta maaf kepada seluruh kader NasDem dan tamu undangan
lainnya, atas ketidakhadiran Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang
semula dijadwalkan akan menghadiri acara tersebut.
“Semalam, sekitar pukul 10.00 WIB bang
Surya Paloh mengatakan dirinya tidak bisa menghadiri acara tesebut,
karena pesawat yang telah dibooking pihaknya tidak bisa mendarat di
Bandara Malikussaleh. Luas landasan bandara tidak mampu menampung
pesawat berbadan besar,” ungkap Muttaqim.
Lebih lanjut Muttaqin menambahkan,
melalui dirinya Surya Paloh menitip salam kepada seluruh kader NasDem
dan masyarakat Aceh Utara. “Beliau juga meminta kepada korban insiden
pemberondongan posko NasDem untuk tidak patah semangat dalam
memperjuangkan perubahan dan keadilan bagi masyarakat Aceh melalui
partai NasDem,” ujar Muttaqin.
“Untuk apa damai jika teror
masih terjadi di Aceh, Partai NasDem bukan organisasi terlarang,
NasDem punya badan hukum, NasDem sama dengan organisasi politik lainnya
di Aceh, jadi mari kita berpolitik secara santun dan demokratis di
Aceh,” pinta Caleg NasDem untuk DPRA Dapil V itu.
Menurutnya, peristiwa yang menimpa kader
NasDem, membuat pihaknya prihatin akan kondisi jelang Pemilu di Aceh.
“Pperistiwa kekerasan dan intimidasi terhadap peserta pemilu,
membuktikan perdamaian hanya sebatas slogan tanpa makna di Aceh saat
ini.”
“Kalau sebelum tahun 2005, suara letusan
senjata hal yang wajar di Aceh, tetapi letusan senjata setelah
perdamaian sesuatu yang aneh di bumi Aceh,” pungkas Muttaqin.
Redaksi: Safrizal
Sumber: http://atjehlink.com
Label:
Info,
Kliping,
Partai NasDem
13.26
Korban Pemberondongan M-16 Dipeusijuk
Aceh Utara
– Lima kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang menjadi korban
dalam insiden pemberondongan dengan senjata api dan penganiayaan di
Posko Caleg NasDem, Zubir HT, di Desa Kunyet Mule, Matang Kuli, Aceh
Utara, pada dua hari lalu, hari ini Selasa (18/02/2014)
dipeusijuk (ditepung tawari).
Acara peusijuk kelima
kader NasDem tersebut dilakukan oleh lima ulama dan turut dihadiri oleh
Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Zulfan Lidan.
Menurut Zubir HT, kelima
ulama yang melakukan peusijuk terhadap para korban adalah Walet
Sirajuddin (Pimpinan Ponpes Babussalam Putra), Tgk Hanafi HT (Pimpinan
Yayasan Almubarak Al-Aziziah), Abu Imam Mesjid Besar Khalifah Ibrahim,
Abi Yusuf dan Tgk Ibnu Sakdan (Pimpinan Ponpes Nurul Kamal Al-Aziziah).
Adapun kelima korban yang
dipeusijuk yakni Adnan Sahril (27), Saiful Junaidi (28), Sarkawi (31),
Hairul Amri (29) dan Ibnu Hajar (29).
Zubir HT menambahkan,
pihaknya beterima kasih kepada masyarakat Aceh Utara khususnya Gampong
Kunyet Mule, yang telah ikut berpartisipasi dan suksesnya peusijuk para
korban.
Lebih lanjut Zubir mengatakan, NasDem
dengan tegas menolak kekerasan serta intimidasi menjelang pemilu di
Aceh. Menurutnya, kekerasan dan intimidasi hanya akan mengusik
perdamaian yang sedang berlangsung di Aceh.
“Untuk mewujudkan perdamaian dan
kesejahteraan di bumi Aceh, mari kita sama-sama menjaga persaudaraan
dalam perbedaan,” pinta Zubir HT.
Amatan AtjehLINK, saat acara peusijuk
berlangsung, puluhan personil TNI dan Polri bersenjata lengkap dan juga
Satuan Tugas (Satgas) NasDem, Gerakan Reaksi Cepat (Garda) NasDem turut
mengamankan jalannya prosesi peusijuk tersebut.
Sementara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, yang semula dijadwalkan hadir dalam acara peusijuk tersebut, batal datang.
Informasi yang diperoleh AtjehLINK dari
Ketua DPW NasDem Aceh Utara, Muttaqin, menyebutkan, batalnya kehadiran
orang nomor satu di NasDem itu karena pesawat yang rencananya ditumpangi
Surya Paloh, tidak bisa mendarat di Bandar Udara Malikussaleh, Aceh
Utara, karena pesawat tersebut berbadan besar. (H4L)
Redaksi: Safrizal
Sumber: http://atjehlink.com
Label:
Info,
Kliping,
Partai NasDem
13.45
Surya Paloh Kritik Pembebasan Corby
Written By Safrizal on Kamis, 13 Februari 2014 | 13.45
| Surya Paloh (Dok rimanews.com) |
JAKARTA, KOMPAS.com —
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyayangkan sikap pemerintah yang
memberikan pembebasan bersyarat kepada terpidana narkoba asal
Australia, Schapelle Leigh Corby. Menurutnya, pembebasan bersyarat itu
menunjukkan bahwa pemerintah inkonsisten memerangi peredaran narkoba di
masyarakat.
"Ada inkonsistensi (sikap). Komplain di mana-mana masa kita enggak
mau dengar," kata Paloh di DPP Nasdem, Jakarta, Kamis (13/2/2014).
Secara pribadi, ia menilai, ada kejanggalan dalam keputusan yang
diambil pemerintah. Ia menganggap ada proses tukar guling tertentu yang
diduga sengaja dilakukan pemerintah. Namun, ia enggan merinci maksud
tukar guling tersebut.
"Nah itulah, janganlah membicarakan pemberantasan narkotik segala macam," ujarnya.
Seperti diberitakan, Corby telah dibebaskan
dari Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Denpasar, Senin (10/2/2014),
setelah mendapatkan pembebasan bersyarat. Corby bebas setelah yang
bersangkutan berada di dalam lapas selama 9 tahun 4 bulan.
Corby ditangkap 8
Oktober 2004 begitu mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, karena
membawa 4,2 kilogram ganja di dalam tasnya. Ia terbang dari Brisbane via
Sydney, Australia, bersama sejumlah temannya untuk menghadiri perayaan
ulang tahun kakaknya.
Corby kemudian diajukan ke Pengadilan Negeri Denpasar dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada 2005. Corby mengajukan banding dan dikabulkan Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar yang mengurangi hukuman menjadi 15 tahun penjara.
Putusan PT Denpasar itu sempat dibatalkan Mahkamah Agung yang mengembalikan hukuman menjadi 20 tahun penjara. Namun, pada 2012 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan grasi pengurangan hukuman 5 tahun. Grasi tersebut diberikan dengan alasan kemanusiaan. Dengan demikian, masa pidana Corby menjadi 15 tahun.
Pada saat grasi diberikan, Corby telah menjalani masa pidana selama 7 tahun 7 bulan dengan pengurangan hukuman atau remisi sebanyak 2 tahun 1 bulan. Pada 2012, Corby menerima lagi remisi 8 bulan. Pada 2013, Corby kembali diusulkan mendapatkan remisi umum 6 bulan pada 17 Agustus.
Menhuk dan HAM Amir Syamsuddin mengungkapkan, Corby hanyalah salah satu dari 1.291 narapidana yang memperoleh pembebasan bersyarat. Pembebasan bersyarat tersebut bukan suatu bentuk kemurahan hati atau kebijakan pemerintah, melainkan hak yang diatur undang-undang yang harus diberikan sepanjang pemenuhan hak itu terpenuhi.
Corby kemudian diajukan ke Pengadilan Negeri Denpasar dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada 2005. Corby mengajukan banding dan dikabulkan Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar yang mengurangi hukuman menjadi 15 tahun penjara.
Putusan PT Denpasar itu sempat dibatalkan Mahkamah Agung yang mengembalikan hukuman menjadi 20 tahun penjara. Namun, pada 2012 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan grasi pengurangan hukuman 5 tahun. Grasi tersebut diberikan dengan alasan kemanusiaan. Dengan demikian, masa pidana Corby menjadi 15 tahun.
Pada saat grasi diberikan, Corby telah menjalani masa pidana selama 7 tahun 7 bulan dengan pengurangan hukuman atau remisi sebanyak 2 tahun 1 bulan. Pada 2012, Corby menerima lagi remisi 8 bulan. Pada 2013, Corby kembali diusulkan mendapatkan remisi umum 6 bulan pada 17 Agustus.
Menhuk dan HAM Amir Syamsuddin mengungkapkan, Corby hanyalah salah satu dari 1.291 narapidana yang memperoleh pembebasan bersyarat. Pembebasan bersyarat tersebut bukan suatu bentuk kemurahan hati atau kebijakan pemerintah, melainkan hak yang diatur undang-undang yang harus diberikan sepanjang pemenuhan hak itu terpenuhi.
Redaksi: Safrizal
Sumber: http://nasional.kompas.com
Label:
Berita,
Surya Paloh












