![]() |
| Safrizal |
Aceh Utara - Pemilihan
Umum (Pemilu) legistaif sudah semakin dekat, sementara aksi kekerasan,
intimidasi, pengeroyokan, dll yang bersifat pelanggaran pemilu juga
semakin meningkat khususnya di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan
Indonesia pada umumnya.
Namun atas kejadian yang menimpa partai NasDem
belakangan ini berupa penembakan dan penganiaan terhadap kader Partai
NasDem di Desa Kunyet Mulee Kecamatan Matang Kuli Kabupaten Aceh Utara
terus menjadi kekwatiran semua pihak terhadap kualitas pemilu yang akan
dihasilkan pada 09
April mendatang.
Atas kejadia tersebut, Liga Mahasiswa NasDem (LMN) Aceh Utara dan Lhokseumawe menyatakan sikap: Pertama; Kami yakin pihak kepolisian mampu mengungkapkan berbagai kejahatan menjelang pemilu di Aceh sebelum tanggal 09 April mendatang. Supaya rasa kedamaian yang sedang kita dikmati saat ini benar-benar terjamin terutama untuk kualitas hasil pilleg demi kesejahteraan rakyat.
Atas kejadia tersebut, Liga Mahasiswa NasDem (LMN) Aceh Utara dan Lhokseumawe menyatakan sikap: Pertama; Kami yakin pihak kepolisian mampu mengungkapkan berbagai kejahatan menjelang pemilu di Aceh sebelum tanggal 09 April mendatang. Supaya rasa kedamaian yang sedang kita dikmati saat ini benar-benar terjamin terutama untuk kualitas hasil pilleg demi kesejahteraan rakyat.
Kedua; Kami mendesak pihak kepolisian untuk terus berpihak kepada semua golongan tak terkecuali untuk Partai NasDem itu sendiri.
Kami
menduga bahwa aksi kekerasan menjelang pemilu ini sudah di desain sedemikian
rupa dengan tujuan untuk menakut-nakuti masyarakat oleh pihak-pihak tertentu, supaya masyarakat
yang tertekan akan mengikuti kehendak mereka. Papar Safrizal (Koordinator LMN Aceh Utara dan Lhokseumawe), Selasa (18/02/2014)
Selain
itu, kondisi Aceh yang saat ini penuh
dengan kepentingan, maka semakin leluansa kelompok-kelompok tersebut
memainkan perannya dengan menghalalkan semuan cara demi mendapatkan
kekuasaan yang diharapkan. Bila hal tersebut terus terjadi di Aceh,
jangan berharap kesejahteraan akan ada di Aceh. Sambung Safrizal
Oleh karena itu, LMN berharap agar masyarakat jangan terus dibiarkan hidup dalam cengkraman ketakutan dan traumatis serta stigma yang sangat mendalam, mengerikan, dan sulit hilang. Hak hidup aman, damai dan tentram masyarakat harus benar-benar terlindungi dari dirinya sebagaimana konsep Hak Asasi Manusia (HAM) yang paling hakiki adalah hak untuk hidup.
Oleh karena itu, LMN berharap agar masyarakat jangan terus dibiarkan hidup dalam cengkraman ketakutan dan traumatis serta stigma yang sangat mendalam, mengerikan, dan sulit hilang. Hak hidup aman, damai dan tentram masyarakat harus benar-benar terlindungi dari dirinya sebagaimana konsep Hak Asasi Manusia (HAM) yang paling hakiki adalah hak untuk hidup.






Posting Komentar