| Safrizal, Koordinator Komisariat Liga Mahasiswa NasDem (LMN) Aceh Utara dan Lhokseumawe. | Foto Ist |
“Tujuannya, agar masyarakat menjadi
takut dan tertekan serta kemudia cenderung untuk mengikuti dan memilih
partai tertentu pada Pemilu 9 April mendatang.”
Hal itu disebutkan oleh Koordinator
Komisariat Liga Mahasiswa NasDem, Safrizal, dalam siaran persnya kepada
AtjehLINK, Rabu (19/02/2014).
Menurut Safrizal, hari pemungutan suara
untuk pemilihan anggota legislatif yang semakin dekat, sejumlah
kekerasan dan intimidasi terus terjadi berulang- ulang.
Hal itu kata Safrizal, membuat banyak
pihak khawatir akan kualitas hasil Pemilu pada 9 April mendatang, karena
terlaksana dalam suasana tidak kondusif serta penuh pelanggaran.
Beranjak dari peristiwa penembakan posko
pemenangan HT Zubir dan penganiayaan kader NasDem, kata Safrizal lagi,
pihaknya mendesak polisi agar segera mengungkap motif dan dalang dibalik
peristiwa itu.
“Kami yakin polisi mampu mengungkapkan
berbagai kejahatan menjelang Pemilu di Aceh sebelum tanggal 9 April.
Supaya perdamaian yang kita nikmati benar-benar terjamin terutama untuk
kualitas hasil pileg demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Selain itu tambah Safrizal, polisi harus berpihak kepada semua golongan tak terkecuali untuk Partai NasDem.
Masih menurut Safrizal, kondisi Aceh
kekinian penuh dengan kepentingan banyak pihak. Karena itu sangat
leluasa kelompok- kelompok tertentu memainkan peran dengan menghalalkan
semua cara, demi mendapatkan kekuasaan yang diharapkan.
“Bila hal tersebut (kekerasan dan
intimidasi-red) terus terjadi , jangan berharap kesejahteraan akan ada
di Aceh. Hak hidup aman, damai dan tentram masyarakat harus benar-benar
terlindungi, sebagaimana konsep Hak Asasi Manusia (HAM) yang paling
hakiki adalah hak untuk hidup,” sebut Safrizal. (http://atjehlink.com)
Redaksi: Safrizal
Redaksi: Safrizal





Posting Komentar