Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
12.40
Pekanbaru: Partai NasDem menyiapkan reward berupa uang miliaran rupiah bagi calon anggota legislatif (caleg) yang mampu memperoleh suara terbanyak di suatu daerah pemilihan (dapil).
Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh di Pekanbaru, Riau, Rabu (11/9), mengatakan reward atau penghargaan itu diberikan untuk caleg yang benar-benar berjuang memenangkan NasDem.
"Tidak mudah untuk memenangkan NasDem karena kami merupakan partai baru. Untuk itu, inilah bentuk penghargaan kami terhadap kader partai yang mampu bersaing tidak hanya di internal, tapi juga pemenang bertarung dengan partai lain," ujar Surya saat membuka acara Pembekalan Partai NasDem Riau.
Untuk caleg Partai NasDem yang memperoleh suara terbanyak di suatu dapil, ujarnya, akan diberi uang penghargaan Rp3 miliar. Kemudian untuk DPR provinsi Rp2 miliar dan kabupaten/kota Rp1 miliar.
Surya menyebutkan, ada 12 partai politik (parpol) yang mempunyai hak konstitusi mengikuti Pemilu 2014. Sebagai peserta baru, NasDem dihadapkan pada tantangan lebih besar, yaitu berhadapan dengan partai lain yang sudah lebih dulu mapan.
Oleh karena itu, ujarnya, diperlukan konsistensi dan keikhlasan hati para kader untuk memenangkan Partai NasDem.
Sementara Ketua DPW Partai Nasdem Riau, Iskandar Hoesin mengatakan pihaknya menyadari partai baru ini belum berurat dan berakar hingga ke desa. Tapi, lanjutnya, Partai NasDem masih baru, belum ada beban dan dosa masa lalu dari para kadernya.
"Partai Nasdem dan seluruh kadernya harus kerja ekstra keras, cerdas dan ikhlas. Tidak ada kemenangan yang turun dari langit. Segala sumber daya harus dikerahkan untuk menghadapi 9 April 2014 mendatang," ujarnya.
Partai NasDem Siapkan Miliaran Rupiah untuk Caleg Suara Terbanyak
Written By Safrizal on Rabu, 11 September 2013 | 12.40
Pekanbaru: Partai NasDem menyiapkan reward berupa uang miliaran rupiah bagi calon anggota legislatif (caleg) yang mampu memperoleh suara terbanyak di suatu daerah pemilihan (dapil).Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh di Pekanbaru, Riau, Rabu (11/9), mengatakan reward atau penghargaan itu diberikan untuk caleg yang benar-benar berjuang memenangkan NasDem.
"Tidak mudah untuk memenangkan NasDem karena kami merupakan partai baru. Untuk itu, inilah bentuk penghargaan kami terhadap kader partai yang mampu bersaing tidak hanya di internal, tapi juga pemenang bertarung dengan partai lain," ujar Surya saat membuka acara Pembekalan Partai NasDem Riau.
Untuk caleg Partai NasDem yang memperoleh suara terbanyak di suatu dapil, ujarnya, akan diberi uang penghargaan Rp3 miliar. Kemudian untuk DPR provinsi Rp2 miliar dan kabupaten/kota Rp1 miliar.
Surya menyebutkan, ada 12 partai politik (parpol) yang mempunyai hak konstitusi mengikuti Pemilu 2014. Sebagai peserta baru, NasDem dihadapkan pada tantangan lebih besar, yaitu berhadapan dengan partai lain yang sudah lebih dulu mapan.
Oleh karena itu, ujarnya, diperlukan konsistensi dan keikhlasan hati para kader untuk memenangkan Partai NasDem.
Sementara Ketua DPW Partai Nasdem Riau, Iskandar Hoesin mengatakan pihaknya menyadari partai baru ini belum berurat dan berakar hingga ke desa. Tapi, lanjutnya, Partai NasDem masih baru, belum ada beban dan dosa masa lalu dari para kadernya.
"Partai Nasdem dan seluruh kadernya harus kerja ekstra keras, cerdas dan ikhlas. Tidak ada kemenangan yang turun dari langit. Segala sumber daya harus dikerahkan untuk menghadapi 9 April 2014 mendatang," ujarnya.
Sumber: http://www.metrotvnews.com
Label:
Nasional,
Partai NasDem
10.52
Jakarta - Partai NasDem punya modal besar menghadapi Pemilu 2014. Mereka bahkan memiliki jet untuk menampung para petinggi partai di bawah Surya Paloh untuk berkampanye keliling Indonesia.
2 Jet Partai NasDem Parkir di Bandara Halim
Written By Safrizal on Selasa, 10 September 2013 | 10.52
Jakarta - Partai NasDem punya modal besar menghadapi Pemilu 2014. Mereka bahkan memiliki jet untuk menampung para petinggi partai di bawah Surya Paloh untuk berkampanye keliling Indonesia.
2 Unit pesawat jenis jet dengan logo NasDem di bagian ekornya terparkir di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Selasa (10/9/2013).
Menurut petugas mekanik pesawat yang enggan disebutkan namanya, sebenarnya Partai NasDem memiliki 3 pesawat jet. Satu pesawat jet nya lagi milik pribadi Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
"Itu sudah sebulan ada di sini. Satu punya sendiri," kata petugas tersebut.
Sejauh ini di halim hanya jet milik NasDem yang terpantau terparkir. Karena belum ada jet lain yang ditempeli logo parpol lain. Petinggi NasDem belum bisa ditanya soal keberadaan dan fungsi pesawat-pesawat jet ini.
Editor: Safrizal
Sumber: detiknews.com
Label:
Nasional
10.45
Pilpres 2014, Golkar Siap Kolaborasi Dengan NasDem
Ketua DPP Partai Golkar Bidang Politik, Priyo Budi Santoso tidak menampik jika hubungan antara partainya dengan Partai NasDem kian mesra. Menurut dia, pertemuan Aburizal Bakrie dengan Surya Paloh merupakan sinyal positif untuk koalisi menjelang Pemilu 2014 mendatang.
"Golkar siap diajak dan mengajak koalisi dengan partai politik. Biarkan itu berproses secara alamiah. Nyatanya di antara kedua partai, platformnya beda-beda tipis," ujar Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9).
Priyo menambahkan, adanya kesamaan visi dan misi dalam turut andil terhadap pembangunan bangsa merupakan salah satu kesamaan ideologis Golkar dan NasDem.
Wakil Ketua DPR itu menyebut tak menutup kemungkinan jika hubungan ini berlanjut sampai di Pemilu 2014 melalui koalisi partai politik. Apalagi, lanjut Priyo, orang-orang yang mengisi NasDem bukan sosok baru buatnya.
"Mungkin nanti kalau gabung sama-sama, biar berproses secara alamiah, tapi positif. Keinginan itu sangat wajar," terang Priyo.
Perlu diketahui, partai berlambang beringin ini telah mendeklarasikan ketua umum Aburizal Bakrie sebagai capres 2014. Namun, hingga saat ini, elektabilitas dan pamor Ical masih sulit didongkrak dan masih kalah dengan lainnya. (Sumber: http://www.merdeka.com)

Ketum Partai NasDem dan Ketum Golkar
Ketua DPP Partai Golkar Bidang Politik, Priyo Budi Santoso tidak menampik jika hubungan antara partainya dengan Partai NasDem kian mesra. Menurut dia, pertemuan Aburizal Bakrie dengan Surya Paloh merupakan sinyal positif untuk koalisi menjelang Pemilu 2014 mendatang.![]() |
| Ketum Partai NasDem dan Ketum Golkar |
Label:
Berita,
Nasional,
Partai NasDem
15.04
KPU SOSIALISASIKAN PERUBAHAN PERATURAN KAMPANYE
Written By Safrizal on Senin, 09 September 2013 | 15.04

Jakarta, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Peraturan KPU Nomor 15 tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan KPU Nomor 01 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Terkait perubahan peraturan tersebut, KPU menggelar kegiatan sosialisasi kepada perwakilan partai politik (parpol) di Ruang Sidang Lantai 2 KPU, Senin (9/9).
Peraturan KPU Nomor 15 tahun 2013 ini memuat beberapa perubahan ketentuan yang sebelumnya tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 01 Tahun 2013. Perubahan tersebut antara lain tentang metode kampanye dalam pemasangan alat peraga.
Pemasangan baliho atau papan reklame peruntukannya hanya bagi Partai Politik dan calon Anggota DPD sebanyak satu unit untuk satu desa/kelurahan. Baliho atau papan reklame tersebut dibolehkan memuat foto pengurus parpol, tetapi pengurus parpol itu harus yang bukan mencalonkan diri sebagai Anggota DPR dan DPRD.
Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Husni Kamil Manik di depan perwakilan parpol. Husni juga menjelaskan bagi parpol dan calon Anggota DPR, DPD dan DPRD juga dapat memasang spanduk sebanyak satu unit pada zona wilayah yang ditetapkan oleh KPU, KPU/KIP Provinsi dan atau KPU/KIP kabupaten/kota bersama pemerintah daerah. Sedangkan untuk bendera dan umbul-umbul hanya dapat dipasang oleh parpol dan calon Anggota DPD.
“Ketentuan sebagaimana dimaksud pada Peraturan Nomor 15 Tahun 2013 ini berlaku satu bulan setelah peraturan ini diundangkan atau tanggal 28 September 2013,” papar Husni yang didampingi jajaran Komisioner KPU lainnya.
Bagi peserta pemilu yang tidak melaksanakan ketentuan tersebut, Pemerintah Daerah setempat dan aparat keamanan berdasarkan rekomendasi Bawaslu, Bawaslu Provinsi atau Panwaslu Kabupaten/Kota berwenang mencabut atau memindahkan alat peraga kampanye dengan memberitahukan terlebih dahulu kepada Peserta Pemilu tersebut.
Mengenai pasal sanksi dalam hal pelanggaran iklan kampanye di media yang sebelumnya tercantum dalam Peraturan KPU Nomor 01 Tahun 2013, KPU juga menghapus pasal tersebut dalam Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013. Penjatuhan sanksi tersebut diserahkan kepada Komisi Penyiaran Indonesia dan Dewan Pers sesuai dengan kewenangannya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang penyiaran atau pers. (arf/dosen. FOTO KPU/dosen/hupmas)
Pemasangan baliho atau papan reklame peruntukannya hanya bagi Partai Politik dan calon Anggota DPD sebanyak satu unit untuk satu desa/kelurahan. Baliho atau papan reklame tersebut dibolehkan memuat foto pengurus parpol, tetapi pengurus parpol itu harus yang bukan mencalonkan diri sebagai Anggota DPR dan DPRD.
Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Husni Kamil Manik di depan perwakilan parpol. Husni juga menjelaskan bagi parpol dan calon Anggota DPR, DPD dan DPRD juga dapat memasang spanduk sebanyak satu unit pada zona wilayah yang ditetapkan oleh KPU, KPU/KIP Provinsi dan atau KPU/KIP kabupaten/kota bersama pemerintah daerah. Sedangkan untuk bendera dan umbul-umbul hanya dapat dipasang oleh parpol dan calon Anggota DPD.
“Ketentuan sebagaimana dimaksud pada Peraturan Nomor 15 Tahun 2013 ini berlaku satu bulan setelah peraturan ini diundangkan atau tanggal 28 September 2013,” papar Husni yang didampingi jajaran Komisioner KPU lainnya.
Bagi peserta pemilu yang tidak melaksanakan ketentuan tersebut, Pemerintah Daerah setempat dan aparat keamanan berdasarkan rekomendasi Bawaslu, Bawaslu Provinsi atau Panwaslu Kabupaten/Kota berwenang mencabut atau memindahkan alat peraga kampanye dengan memberitahukan terlebih dahulu kepada Peserta Pemilu tersebut.
Mengenai pasal sanksi dalam hal pelanggaran iklan kampanye di media yang sebelumnya tercantum dalam Peraturan KPU Nomor 01 Tahun 2013, KPU juga menghapus pasal tersebut dalam Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013. Penjatuhan sanksi tersebut diserahkan kepada Komisi Penyiaran Indonesia dan Dewan Pers sesuai dengan kewenangannya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang penyiaran atau pers. (arf/dosen. FOTO KPU/dosen/hupmas)
Sumber: http://www.kpu.go.id
14.26
INILAH.COM, Jakarta - Salah seorang pengamat sekaligus sahabat mencatat, cara berpolitik dan berbisnis Surya Paloh telah berubah drastis. SP, demikian panggilan akrabnya tidak lagi menggabungkan kegiatan politik dan bisnis.
Politik Ala Surya Paloh
INILAH.COM, Jakarta - Salah seorang pengamat sekaligus sahabat mencatat, cara berpolitik dan berbisnis Surya Paloh telah berubah drastis. SP, demikian panggilan akrabnya tidak lagi menggabungkan kegiatan politik dan bisnis.
"Kalau dulu SP menggabungkan politik dan bisnis, sekarang dua-duanya dia pisahkan. Kegiatannya di dunia politik penuh, sementara semua bisnisnya dia serahkan kepada para profesional. Seluruh anggota grup mulai dari media, catering, hotel dan pertambangan memiliki penanggung jawabnya. Tetapi secara keseluruhan, ditangani seorang CEO. Saya dengar profesional yang dipercaya, pernah bekerja di sebuah perusahaan multi nasional," ujar sang pengamat.
Sorotan terhadap perubahan cara SP berpolitik dan berbisnis mengemuka, sebab tahun ini SP membuat beberapa langkah 'kejutan'. Dengan Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar, SP sudah 'berdamai'. Perdamaian mereka ditandai oleh silahturahmi. Konon, ketika SP menyelenggarakan Open House di kediamannya daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan, salah satu tamu pentingnya adalah Aburizal Bakrie alias Ical.
Di bulan yang sama, SP juga mengumumkan bergabungnya Jan Darmadi ke Partai Nasdem. Jabatan yang disandang pengusaha senior itu, tak tanggung-tanggung, Ketua Majelis Tinggi.
Yang mengejutkan bukan hanya kepercayaan yang diberikan SP kepada pengusaha properti yang juga menangani Kasino di Jakarta di era 1970-an. Tetapi kemampuan atau keberhasilan SP meyakinkan Jan Darmadi masuk dalam dunia politik, padahal selama lebih dari seperempat abad, ia dikenal sebagai seorang pengusaha a-politik.
Di era Partai Golkar masih sangat berkuasa pun, Jan Darmadi mampu bertahan sebagai pengusaha non-partisan. Padahal di era jayanya Golkar itu, putera mahkota Salim Group, Anthony Salim tak bisa menghindari dari bujukan maupun tekanan Golkar. Demi kemananan bisnis dan lain-lain, Anthony Sallim mau tidak mau menjadi kader Golkar.
Jan Darmadi yang dikenal sangat dekat dengan Ali Sadikin, mantan Gubernur DKI Jaya, tidak pernah tertarik masuk partai politik. Oleh sebab itu keberhasilan SP meyakinkan Jan Darmadi, merupakan "sesuatu banget". Terutama jika kebesaran dan kekuatan Nasdem saat ini dibandingkan dengan Golkar di masa jayanya.
Nasdem yang belum punya rekam jejak seperti Goljar di tahun 1980-an, sudah mampu menarik simpati orang-orang yang sejatinya tidak suka berpolitik. Jabatan Ketua Majelis Tinggi yang dipercayakan kepada Jan Darmadi tidak kalah prestisius dibanding Ketua Dewan Pakar yang ditinggalkan Hary Tanoe.
Sorotan terhadap putera berdarah Aceh ini juga mengemuka, sebab Nasdem (Nasional Demokrat) mulai disebut-sebut berpeluang besar meraih suara yang cukup signifikan di Pemilu Legislatif 2014. Sekalipun Nasdem baru pertama kalinya ikut Pemilu, tapi partai besutan SP itu seperti menuai keberuntungan yang berawal dari undian nomor urut peserta Pemilu.
Sekalipun nomor urut bukan merupakan penentu utama dalam peroleh suara di Pemilu Legislatif tapi nomor urutnya Nasdem tergolong mudah diingat oleh para konstituen. Nasdem mendapatkan nomor cantik urutan ke satu (1).
Bukan mustahil dengan nomor yang mudah diingat, tim pencitraan Nasdem yang dipimpin pakar komunikasi Jeanette Sudjunadi, bakal lebih mudah mengemas materi-materi promosi partai politik yang baru berusia seumur jagung itu.
Sorotan terhadap SP wajar. Sebab di bawah pengawalannya, Nasdem menjadi satu-satunya partai yang baru didirikan, tapi langsung bisa lolos verifikasi KPU (Komisi Pemilihan Umum) sehingga berhak mengikuti Pemilu Legislatif 2014.
Dengan berbagai latar belakang dan fakta tadi, bukan mustahil Nasdem meraih suara yang memberinya hak untuk mencalonkan sendiri kader atau tokohhya menjadi Capres 2014. Jika ini terjadi Nasdem bisa menjadi kendaraan politik yang paling baik bagi SP menuju kursi Presiden RI.
Namun salah satu hal yang menarik, sejauh ini SP tidak atau belum pernah mau menyinggung tentang rencana politiknya termasuk ambisi menjadi Presiden RI di 2014. Yang dia garis bawahi selalu bahwa Nasdem ingin melakukan restorasi nasional.
Perdamaiannya dengan Ical semakin layak disorot sebab pertemuannya dengan bekas Ketua Umum Kadin itu di acara halal bihalal 2013, di kediaman Jusuf Kalla, sangat "encouraging". Bisa dijadikan contoh faktual oleh semua elit politik. Bagi yang sedang berkonflik, sebaiknya mengakhiri masa permusuhan dan memulai babak baru yang lebih bersahabat.
Jika contoh ini di-blow up dengan niat positif, perdamaian seperti itu, sangat baik bagi bangsa yang sebentar lagi akan memasuki Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.
Di acara halal bihalal tersebut, SP terlihat sangat akrab dengan Aburizal Bakrie, politisi yang dikenal sempat dimusuhi olehnya. SP, sembari melingkarkan tangan kirinya ke pundak Aburizal alias Ical, sambil tertawa lepas terus menghidupkan pertemuan yang juga dihadiri beberapa tokoh poliitik. Penampilannya itu menghapus persepsi selama ini bahwa SP dan Ical tak mungkin bisa berdamai (lagi).
Atau SP bisa menjadi contoh baik dalam mengakhiri sebuah konflik. Bisa juga contoh perdamaian itu dijadikan patokan bahwa politik dan persahabatan individu harus dipisahkan, bisnis dan politik tidak boleh dicampur. Perselisihan pribadi jangan diangkat ke ranah publik, dst, dst.
Mengapa berakhirnya permusuhan SP-Ical menjadi sorotan? Semenjak Munas Golkar Oktober 2009 di Pekanbaru, Riau dimana Ical mengalahkan SP dalam perebutan kursi Golkar-1, hubungan kedua politisi senior itu terus memburuk. Permusuhan nyaris bergeser ke pertikaian pribadi. Puncaknya SP keluar dari Partai Golkar.
Berdirinya Partai Nasdem, yang diawali pembentukan Nasdem sebagai sebuah organisasi massa (ormas) tidak lepas dari membesarnya perselisihan SP dan Ical di Golkar. SP yang sudah menjadi anggota Golkar selama 30 tahun, mau tak mau harus keluar dari partai berlambang pohon beringin itu. SP diultimatum oleh Ical maupun fungsionaris lainnya.
SP seperti dihadapkan pada pilihan, tetap menjadi kader Golkar tapi akan terus disetir oleh Ical atau keluar dari Golkar untuk membesarkan Nasdem dengan berbagai risiko. SP akhirnya memilih yang terakhir.
Imbas dari permusuhan keduanya melebar ke kebijaksanaan redaksional dari media-media yang mereka berdua miliki. SP merupakan pemilik Metro TV dan Media Indonesia serta Lampung Post. Sedangkan Ical pemilik TVOne, AnTV dan Viva News Dotkom. Pemberitaan kedua media milik mereka, jika sudah menyangkut Golkar dan Nasdem menjadi 'bias'.
Oleh sebab itu pemandangan yang memperlihatkan kembalinya persahabatan antara SP dan Ical, bukan hanya positif bagi kedua tokoh, komunitas pers, tetapi juga bagi dunia politik dan dunia bisnis Indonesia. [mdr]
Sumber: http://nasional.inilah.com
Label:
Nasional,
Opini,
Partai NasDem,
Surya Paloh
12.05
Surya Paloh: Membangun Indonesia yang Bermartabat Mulai dari Aceh
Written By Safrizal on Jumat, 12 Juli 2013 | 12.05
Gempa 6.2 SR yang meluluh lantakkan dataran tinggi Gayo pada Selasa (2/7/2013) telah menggerakkan hati Surya Paloh untuk berkunjung ke Cekal Baru, Bener Meriah dan Blang Mancung, Aceh Tengah. Agar bisa bertandang ke lokasi gempa, Surya harus repot-repot menelpon Jakarta. Dia membutuhkan pesawat yang lebih kecil sehingga bisa mendarat dengan lebih mudah di bandara lokal di Lhokseumawe.
Jumat (5/7/2013), tepat pukul 09.00 WIB, pesawat jet BEA berlogokan Metro TV itu take off dari bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) untuk terbang selama 25 menit ke Bandara Malikussaleh di Aceh Utara. The Globe Journal ikut dalam rombongan Nasdem ke lokasi gempa.
Setelah take off dan mengitari udara pulau Weh dan pesawat jet mulai bergerak ke selatan di atas kawasan kaki Gunung Seulawah Agam, Surya Paloh yang sebelumnya duduk di kursi ekslusif ditemani stafnya dari Nasdem, kemudian bangun menghampiri The Globe Journal. Surya Paloh memberikan kesempatan kepada The Globe Journal untuk berbincang secara khusus.
Selang beberapa lama, Charles, staf media Surya Paloh, mengajak wartawan kantor berita Antara untuk bergabung dalam interview khusus di udara ini.
Berikut petikan interviewnya:
Ada berapa kursi yang ditargetkan Nasdem di DPR RI?
Harusnya ada dua dapil. Kalau kinerjanya biasa-biasa saja ya Cuma dua kursi. Kalau kerjanya lebih baik bisa empat sampai enam kursi. Kita akan lihat kinerjanya. Kinerja daripada kemampuan konsolidasi dari partai Nasdem itu sendiri di wilayah Aceh. Itulah jawabannya.
Ada dua dapil kalau kerjanya biasa-biasa saja pasti akan terisi, saya pikir, masing-masing satu kursi di dapil. Tapi rasanya kalau kerja biasa-biasa saja apa hebatnya?
Jadi bolehlah Nasdem berharap. Aceh memberikan sumbangsih yang berarti pada pemilu 2014 ini, kepada partai nasional. Partai yang didirikan oleh putra daerah Aceh dengan menjual konsepsi gerakan perubahan restorasi Indonesia.
Tentunya ini bermakna khusus bagi masyarakat Aceh. Bagaimanapun juga, kesadaran dan keinginan kepahaman terhadap esensi pesan ini. Hati dan sensitifitas masyarakat Aceh dalam kondisi terkini, saya pikir.
Harusnya masyarakat Aceh lebih memahami itu dibanding dengan orang yang lebih jauh.
Apa bekal yang diberikan kepada Caleg Nasdem untuk meraup suara?
Yang pertama kita lihat, versi pemilihan umum secara langsung ini. Dimana suara terbanyak menentukan. Itu artinya setiap caleg harus bisa menyadari batasan kemampuan yang dimiliki. Kelebihan-kelebihan yang jadi potensi kekuatan dirinya. Kelemahan-kelemahan juga yang harus dia minimize dari waktu ke waktu.
Sisi yang tidak kalah pentingnya, consentratekita ini kan beranekaragam. Dari orang yang punya titel professor doktor, dengan status sosial ekonomi bisa dikatagorikan orang berada. Dan mereka yang barangkali papa, yang sehari-hari hanya bekerja lepas, atau buruh, petani dan nelayan.
Untuk suara tidak ada bedanya, masing-masing memiliki hak politik yang sama. Satu suara.
Jadi mesti didaya-gunakanlah sepenuhnya bagaimana menggunakan konsepsi, gagasan dan daya pemikiran. Kenapa dia menjadi caleg Partai Nasdem?
Partai ini, partai baru. Dia jelaskan ini. Kenapa dia mau masuk ke partai baru ini? Apakah ini tidak merugikan dirinya? Target apa yang dia ingin capai?
Atau sebaliknya ini bahagian yang dia sadari bahwasanya, justru dengan partai baru ini dia bisa menyalurkan aspirasi (dan) idealismenya. Dia bisa menyakini bahwa partai baru ini adalah partai yang sudah pasti akan belajar daripada kelemahan dan kelebihan dari partai-partai yang sebelumnya.
Lebih banyak darah segar, orang-orang baru, orang muda di partai baru. Mungkin lebih sedikit masalahnya daripada partai lama dengan sejumlah problematika yang ada sama mereka.
Dia harus jelaskan juga kepada masyarakat tentang keberadaannya ini. Itu yang pertama.
Kedua, dia katakan, memang sesungguhnya. Ada tekat semangat yang dia yakini. Partai baru, yang namanya Nasdem ini, memang mengedepankan profesionalitas setiap anggota kader partainya. Terutama mereka yang mendapatkan amanah sebagai caleg-caleg dan tetap berdampingan dengan nilai-nilai moralitas.
Caleg-caleg Nasdem tidak saja mengedepankan profesionalitas. Boleh orang pinter, boleh yang tahu, kemampuan berorganisasinya hebat. Tapi juga moralitasnya. Kalau moralnya tidak memadai untuk itu, maka sebaiknya dia tidak diunggulkan oleh partai Nasdem.
Karena Nasdem nantinya akan sangat punya kepentingan untuk mengembalikan harkat, martabat dan moralitas bangsa.
Yang harus kita akui, kondisi hari ini. Kalau mau kita jujur. Kondisi yang sedang kita cari-cari mau kearah mana kita berjalan sebagai satu bangsa?
Untuk pemenangan di Sumatra. Apa yang di harapkan Nasdem sekarang?
Kalau Aceh sendiri tidak memberikan nilai lebih bagaimana kita harapkan Sumatra. Jadi aceh adalah modal awal dari perjuangan 120 kursi yang dimiliki oleh daerah Sumatra dari 10 provinsi yang diperjuangkan sebagai kursi DPR RI.
Nasdem berharap. Insya Allah barangkali Sumatera memberikan 25 kursi minimum pada Nasdem. Insya allah dan saya optimis untuk itu.
Nah itu catatannya, apabila Aceh juga memberikan doa sedikit dan sumbangsih sedikit. Jadi kalau Aceh hanya pas-pasan. Kita juga sedikit sedih sebenarnya.
Untuk Indonesia timur, bagaimana ?
Amat sangat. Amat sangat luar biasa!
Ini benar, bukan mengada-ngada. Nasdem itu di luar Aceh. Kalian akan rasakan, hebat.
Ya, sedikitnya Aceh tidak lebih hebat.
Tantangan Nasdem sebenarnya kan ada di Jawa. Nah bagaimana memenangkan pemilih di pulau Jawa?
Jawa itu ada tiga provinsi. Provinsi terbesar Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Optimisme pemilu kali ini Jawa Barat akan dimenangkan oleh Nasdem.
Insya Allah, Nasdem optimis sekali sebagai partai pemenang dari Jawa Barat. Jadi itu bisa kalian bayangkan, dan ini tidak mengada-ngada.
Apa strategi yang dilakukan agar menang di Jawa Barat?
Memang, masyarakatnya, emosinya, publiknya, tokohnya semua bergabung dalam Nasdem.
Dan setiap pemilu, kebetulan tidak ada partai yang berulang jadi pemenang. Gantian.
Realistik sekali. Jadi nanti kalian akan surprise melihat itu di Jawa Barat.
Insya Allah, bukan kita mengada ngada ini. Tanya sama Charles yang banyak ke Jawa Barat.
Saya belum sebutkan yang ketiga. Ini kita akan evaluasi lebih jauh. sampai disini.Confident-nya tinggi.
Bicara tentang Indonesia 1 dan 2, apa yang direncanakan Nasdem untuk merebut posisi itu?
Nasdem tak akan membicarakan ini sebelum melihat hasil dari pemilu legalatif.
Ya, tahu dirilah sebagai partai baru. Dan kita hanya memberikan sebuah fatsun? Etika berpolitik secara baik.
Bahwasanya pemilu legislatif itu mengawali pemilu Pilpres. Tidak ada seorangpun bisa mencalonkan calon presiden dan wakil presiden tanpa ada partai politik.
Anehnya, ketika semua elit-elit partai politik ini tahu tentang aturan-aturan permainan seperti itu. Dia belum dapat memastikan bahwa Pemilu Legislatifnya dapat memenuhipresidential threshold atau berkoalisi.
Dengan hal yang yang memungkinkan bahwa calegnya dan calonnya masuk sebagai calon presiden. Apabila sudah mendekarasikan dari awal, itu hak, tapi etika dan fatsunnya tidak elok.
Dan bahkan Nasdem, jika diluar nomor 1, 2, 3 tidak ikut mencalonkan (presiden). Bukan hal baru.
Kita akan menempatkan dari sebagai partai oposisi. Jadi diluar tiga besar, Nasdem jadi partai oposisi.
Paska kisruh internal yang membuat Hary Tanoe keluar. Sumber financial utama Nasdem dari mana? Ada sumber lain yang besar-besar?
Ngak ada urusan sama Hary Tanoe. Pesawat sana ada. Pesawat sini juga ada. Ini anak Aceh. Kau sendiri under estimate sama anak Aceh saja.
Anak-anak Aceh ini kadang uang 1 rupiah bisa dagang 10.000. Karena semangatenterprenuership-nya itu.
Lebih kuat anak Aceh lah dari orang lain. Semangat menjadi pejuang dalam bidang dunia usaha. Dalam bidang apa saja.
Apa ada deal khusus dengan Jusuf Kalla?
Jusuf Kalla itu sahabat. Senior. Setiap saat kita perlukan. Kita ajak duduk. Minum kopi sama. Kan ngak ada masalah.
Kalau tokoh-tokoh baru ada yang bergabung, ngak ? Pemilu itu, kan bicara dana yang besar, untuk mengurusi Sabang sampai Merauke?
Memang. Tapi tidak seharusnya mengandalkan kekuatan motivasi itu semata-mata. Jati diri, militansi, pemahaman, strategi.
Dimana medan laganya? Siapa musuhnya? Apa kemampuan dirinya? Ngak salah Sun Tsu mengatakan seperti itu.
Ini partai orang-orang muda juga yang penuh dengan dinamika, idealisme. Jangan pikir Nasdem ini partai orang tua yang sudah pensiunan.
Ini partainya darah baru. 75% lebih anggotanya itu orang-orang muda dan belum pernah jadi calon anggota DPR, DPRD, DPRK.
Ini the new ‘fresh blood’. Apa tidak ada values disana?
Soalnya sarana-prasarana. Memangnya 12 partai lain apa? Lihat juga? Prasarana apa yang kamu mau minta? Media massa? Transportasi udara, laut, darat? Apa lagi?
Ngak perlu kita menyatakan, ini uang. Aku ada segunung, uang kau sebukit. Itu kan tidak baik. Tidak mendidik.
Begitu juga kita. Mendirikan partai politik yang baik. Kita mengedepankannya, ya kan. Kemampuan berkompetisi secara natural, begitu. Secara wajar.
Tidak dengan hanya pendekatan "transaksional". Aku lebih bisa membayar lebih. Maka akulah yang berhak sebagai pemenang. Taik kucing itu. Tak ada bagi Nasdem itu . Apa moral politiknya disana?
Kalau begitulah hukum yang harus terjadi dalam keseharian kita. Karena itulah Nasdem akan mencoba mengevaluasi ulang. Posisi dan peran sistem pemilu yang ada.
Khususnya terhadap pilkada-pilkada yang ada di daerah propinsi maupun kabupaten/kota. Kita akan kaji ulang ini. Mudharat dan faedahnya mana lebih banyak ini?
Mari kita lihat. Apakah efektifitasnya yang sekarang ini jauh lebih baik untuk tujuan kebangsaan, kenegaraan kita?
Dan untuk apa anggota dewan ini dipilih secara langsung? Kalau mereka juga tidak kita berikan kesempatan memilih kepala daerahnya.
Tetap Gubernur Kepala Daerah nanti bisa menentukan siapa calonnya? Ada sistemnya seperti itu! Berarti, kita hemat sekali energi kita.
Tiap hari tidak ada Pilkada yang lepas. Setiap hari bisa 1-2 kali Pilkada di suatu tempat di Indonesia. Setiap hari dengan Pilkada di Indonesia ini. Karena kita punya 500 kab/kota dan 33 provinsi. Pilkada terus.
Co-pilot mengumumkan pesawat akan segera landing di Malikussaleh airport. Tapi Surya Paloh tak bergeming. Safety belt pun tak dipasangnya. Dia terus menanggapi pertanyaan demi pertanyaan dengan gaya berapi-api ala Soekarno-nya. Paloh hanya memundurkan badannya lebih rapat dengan kursi VIP pesawat saja. Interview yang hangat ini terus berlanjut hingga pesawat parkir dengan sempurna di apron.
Dengan partai lokal di Aceh bagaimana upaya sinergisitasnya?
Ketiga-tiganya kita membuka (komunikasi), dengan Partai Aceh, (Partai Nasional Aceh dan Partai Dualat Aceh). Maka lihat saja kesiapan kita berdialog, berdiplomasi dan berbagi strategi.
Ada partai lokal dan di luarnya ada partai pusat lainya. Ngak masuk salah satunya bagi kita.
Politik bisa diperankan dengan diplomasi yang cukup indah.
Tidak semata-mata dengan benturan kekerasan.
Ada beberapa RPP turunan UU-PA yang belum diterbitkan Pemerintah. Apa Nasdem juga akan mendorong percepatan RPP ini?
Seharusnya apapun yang menjadi kesepakatan, bagi Nasdem itu tetap harus diperjuangkan. Untuk apa buat kesepakatan kalau tidak direalisasikan? Kenapa membuat Aceh sebagai daerah otonomi khusus.
Untuk apa itu?
Hak-hak apa yang dimiliki oleh Aceh, harus dipenuhi! Aceh tidak menuntut lebih. Ngak perlu dikurang-kurangi. Nasdem memperjuangkan itu.
Tidak saja memperjuangkannya karena kesadaran akal sehatnya saja. Daerah yang memenuhi kualifikasi masuk ke dalam Undang-undang (Pemerintah Aceh) itu. Daerah otonomi khusus. Acehnya, perlu otonomi. Ngak perlu dipura-purakan.
Nah, Nasdem memahami itu.
Dan tidak hanya memahami, Nasdem memperjuangkan itu. Tidak hanya memperjuangkan karena kesadaran dan akal sehatnya saja. Tapi, juga karena tekat, semangat, emosi dan jiwanya.
Bagaimana pengelolaan potensi alam di bawah pemerintah Zaini – Muzakir bisa dilakukan dengan baik?
Apa yang ada alam provinsi Aceh adalah karunia yang diberikan Allah, untuk memberdayakannya perlu pengelolaaan sumber daya alam yang baik. Tentu harapan kita itu, sesuai dengan prinsip-prinsip yang mengatur pemerintahan, pemerintah pusat maupun daerah.
Tata kelola sumber daya alam ini untuk menghantarkan kesejahteraan, kemakmuran bagi masyarakat, ya kan. Paling tidak di daerahnya. Aceh bagaimana bisa mendapatkan kesempakatan yang lebih baik menjadi makmur dari waktu ke waktu. Proses tidak boleh berhenti.
Disanalah dibutuhkan pemerintahannya. Stabil, kuat dan pemimpin yang memberikan keteladanan. Jadi unsur keteladanan penting. Jangan melakukan kesalahan. Karena akan lebih banyak rakyat akan ikut jika pemimpin tidak melakukan kesalahan.
Bicara keinginan pemekaran ALA dan ABAS? Bagaimana Anda melihat friksi itu?
Saya berharap sangat, agar jangan ada friksi seperti itu. Aceh adalah suatu kesatuan. Ya, jadi janganlah membesarkan ALA dan ABAS. Aceh memerlukan konsolidasi, Nanggroe Aceh Darusalam secara utuh.
Berikan perhatian-perhatian ke daerah yang lebih tertinggal. Bahkan prioritas perhatian, itu wajib.
Sayang, kita. Sayang kan kalau ada upaya-upaya pemekeran sebenarnya.
Bukan itu titik permasalahan kita. Aceh, dari satu runtun perjalanan kesejarahannya, ya Aceh yang ada ini.
Kenapa ada emosi pemekaran? Karena tidak ada rasa keadilan, pemerataan. Nah ini masalahnya yang harus kita selesaikan, di bidang ini. Bukan pemekarannya semata-semata.
Kita disibuk-sibukkan dengan urusan pemekaran terus. 75% dari hasil pemekaran itu gagal semua. Di seluruh Indonesia, 75% daerah pemekaran itu tidak berhasil. Ini pengakuan Pemerintah.
Untuk korban gempa di dataran tinggi Gayo, bantuan apa yang akan diberikan?
Insya Allah. Kita akan lihat di lapangan nanti. Dalam bentuk apa bantuannya bisa kita berikan. Tapi pasti, kita akan berikan bantuan, ya kan. Tidak hanya dukungan moral saja.
Tapi akan kita bantu. Ini kan saudara-saudara kita sedaerah, sebangsa dan setanah air.
Kita akan memberikan bantuan. Apakah bantuan natura nanti?. Atau apa lainnya yang diperlukan? Nanti kita akan lihat.
Surya Paloh adalah tokoh politik nasional pertama yang berkunjung ke Bener Meriah dan Aceh Tengah untuk melihat lokasi bencana secara langsung. Surya memberikan bantuan sembako untuk masyarakat korban. Bantuan dari Nasdem dan Metro Group terus mengalir ke korban gempa hingga hari ini dalam berbagai bentuk.
Sumber: http://theglobejournal.com
Label:
Nasional,
Partai NasDem,
Surya Paloh,
Wawancara
12.04
Surya Paloh: Membangun Indonesia yang Bermartabat Mulai dari Aceh
Gempa 6.2 SR yang meluluh lantakkan dataran tinggi Gayo pada Selasa (2/7/2013) telah menggerakkan hati Surya Paloh untuk berkunjung ke Cekal Baru, Bener Meriah dan Blang Mancung, Aceh Tengah. Agar bisa bertandang ke lokasi gempa, Surya harus repot-repot menelpon Jakarta. Dia membutuhkan pesawat yang lebih kecil sehingga bisa mendarat dengan lebih mudah di bandara lokal di Lhokseumawe.
Jumat (5/7/2013), tepat pukul 09.00 WIB, pesawat jet BEA berlogokan Metro TV itu take off dari bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) untuk terbang selama 25 menit ke Bandara Malikussaleh di Aceh Utara. The Globe Journal ikut dalam rombongan Nasdem ke lokasi gempa.
Setelah take off dan mengitari udara pulau Weh dan pesawat jet mulai bergerak ke selatan di atas kawasan kaki Gunung Seulawah Agam, Surya Paloh yang sebelumnya duduk di kursi ekslusif ditemani stafnya dari Nasdem, kemudian bangun menghampiri The Globe Journal. Surya Paloh memberikan kesempatan kepada The Globe Journal untuk berbincang secara khusus.
Selang beberapa lama, Charles, staf media Surya Paloh, mengajak wartawan kantor berita Antara untuk bergabung dalam interview khusus di udara ini.
Berikut petikan interviewnya:
Ada berapa kursi yang ditargetkan Nasdem di DPR RI?
Harusnya ada dua dapil. Kalau kinerjanya biasa-biasa saja ya Cuma dua kursi. Kalau kerjanya lebih baik bisa empat sampai enam kursi. Kita akan lihat kinerjanya. Kinerja daripada kemampuan konsolidasi dari partai Nasdem itu sendiri di wilayah Aceh. Itulah jawabannya.
Ada dua dapil kalau kerjanya biasa-biasa saja pasti akan terisi, saya pikir, masing-masing satu kursi di dapil. Tapi rasanya kalau kerja biasa-biasa saja apa hebatnya?
Jadi bolehlah Nasdem berharap. Aceh memberikan sumbangsih yang berarti pada pemilu 2014 ini, kepada partai nasional. Partai yang didirikan oleh putra daerah Aceh dengan menjual konsepsi gerakan perubahan restorasi Indonesia.
Tentunya ini bermakna khusus bagi masyarakat Aceh. Bagaimanapun juga, kesadaran dan keinginan kepahaman terhadap esensi pesan ini. Hati dan sensitifitas masyarakat Aceh dalam kondisi terkini, saya pikir.
Harusnya masyarakat Aceh lebih memahami itu dibanding dengan orang yang lebih jauh.
Apa bekal yang diberikan kepada Caleg Nasdem untuk meraup suara?
Yang pertama kita lihat, versi pemilihan umum secara langsung ini. Dimana suara terbanyak menentukan. Itu artinya setiap caleg harus bisa menyadari batasan kemampuan yang dimiliki. Kelebihan-kelebihan yang jadi potensi kekuatan dirinya. Kelemahan-kelemahan juga yang harus dia minimize dari waktu ke waktu.
Sisi yang tidak kalah pentingnya, consentratekita ini kan beranekaragam. Dari orang yang punya titel professor doktor, dengan status sosial ekonomi bisa dikatagorikan orang berada. Dan mereka yang barangkali papa, yang sehari-hari hanya bekerja lepas, atau buruh, petani dan nelayan.
Untuk suara tidak ada bedanya, masing-masing memiliki hak politik yang sama. Satu suara.
Jadi mesti didaya-gunakanlah sepenuhnya bagaimana menggunakan konsepsi, gagasan dan daya pemikiran. Kenapa dia menjadi caleg Partai Nasdem?
Partai ini, partai baru. Dia jelaskan ini. Kenapa dia mau masuk ke partai baru ini? Apakah ini tidak merugikan dirinya? Target apa yang dia ingin capai?
Atau sebaliknya ini bahagian yang dia sadari bahwasanya, justru dengan partai baru ini dia bisa menyalurkan aspirasi (dan) idealismenya. Dia bisa menyakini bahwa partai baru ini adalah partai yang sudah pasti akan belajar daripada kelemahan dan kelebihan dari partai-partai yang sebelumnya.
Lebih banyak darah segar, orang-orang baru, orang muda di partai baru. Mungkin lebih sedikit masalahnya daripada partai lama dengan sejumlah problematika yang ada sama mereka.
Dia harus jelaskan juga kepada masyarakat tentang keberadaannya ini. Itu yang pertama.
Kedua, dia katakan, memang sesungguhnya. Ada tekat semangat yang dia yakini. Partai baru, yang namanya Nasdem ini, memang mengedepankan profesionalitas setiap anggota kader partainya. Terutama mereka yang mendapatkan amanah sebagai caleg-caleg dan tetap berdampingan dengan nilai-nilai moralitas.
Caleg-caleg Nasdem tidak saja mengedepankan profesionalitas. Boleh orang pinter, boleh yang tahu, kemampuan berorganisasinya hebat. Tapi juga moralitasnya. Kalau moralnya tidak memadai untuk itu, maka sebaiknya dia tidak diunggulkan oleh partai Nasdem.
Karena Nasdem nantinya akan sangat punya kepentingan untuk mengembalikan harkat, martabat dan moralitas bangsa.
Yang harus kita akui, kondisi hari ini. Kalau mau kita jujur. Kondisi yang sedang kita cari-cari mau kearah mana kita berjalan sebagai satu bangsa?
Untuk pemenangan di Sumatra. Apa yang di harapkan Nasdem sekarang?
Kalau Aceh sendiri tidak memberikan nilai lebih bagaimana kita harapkan Sumatra. Jadi aceh adalah modal awal dari perjuangan 120 kursi yang dimiliki oleh daerah Sumatra dari 10 provinsi yang diperjuangkan sebagai kursi DPR RI.
Nasdem berharap. Insya Allah barangkali Sumatera memberikan 25 kursi minimum pada Nasdem. Insya allah dan saya optimis untuk itu.
Nah itu catatannya, apabila Aceh juga memberikan doa sedikit dan sumbangsih sedikit. Jadi kalau Aceh hanya pas-pasan. Kita juga sedikit sedih sebenarnya.
Untuk Indonesia timur, bagaimana ?
Amat sangat. Amat sangat luar biasa!
Ini benar, bukan mengada-ngada. Nasdem itu di luar Aceh. Kalian akan rasakan, hebat.
Ya, sedikitnya Aceh tidak lebih hebat.
Tantangan Nasdem sebenarnya kan ada di Jawa. Nah bagaimana memenangkan pemilih di pulau Jawa?
Jawa itu ada tiga provinsi. Provinsi terbesar Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Optimisme pemilu kali ini Jawa Barat akan dimenangkan oleh Nasdem.
Insya Allah, Nasdem optimis sekali sebagai partai pemenang dari Jawa Barat. Jadi itu bisa kalian bayangkan, dan ini tidak mengada-ngada.
Apa strategi yang dilakukan agar menang di Jawa Barat?
Memang, masyarakatnya, emosinya, publiknya, tokohnya semua bergabung dalam Nasdem.
Dan setiap pemilu, kebetulan tidak ada partai yang berulang jadi pemenang. Gantian.
Realistik sekali. Jadi nanti kalian akan surprise melihat itu di Jawa Barat.
Insya Allah, bukan kita mengada ngada ini. Tanya sama Charles yang banyak ke Jawa Barat.
Saya belum sebutkan yang ketiga. Ini kita akan evaluasi lebih jauh. sampai disini.Confident-nya tinggi.
Bicara tentang Indonesia 1 dan 2, apa yang direncanakan Nasdem untuk merebut posisi itu?
Nasdem tak akan membicarakan ini sebelum melihat hasil dari pemilu legalatif.
Ya, tahu dirilah sebagai partai baru. Dan kita hanya memberikan sebuah fatsun? Etika berpolitik secara baik.
Bahwasanya pemilu legislatif itu mengawali pemilu Pilpres. Tidak ada seorangpun bisa mencalonkan calon presiden dan wakil presiden tanpa ada partai politik.
Anehnya, ketika semua elit-elit partai politik ini tahu tentang aturan-aturan permainan seperti itu. Dia belum dapat memastikan bahwa Pemilu Legislatifnya dapat memenuhipresidential threshold atau berkoalisi.
Dengan hal yang yang memungkinkan bahwa calegnya dan calonnya masuk sebagai calon presiden. Apabila sudah mendekarasikan dari awal, itu hak, tapi etika dan fatsunnya tidak elok.
Dan bahkan Nasdem, jika diluar nomor 1, 2, 3 tidak ikut mencalonkan (presiden). Bukan hal baru.
Kita akan menempatkan dari sebagai partai oposisi. Jadi diluar tiga besar, Nasdem jadi partai oposisi.
Paska kisruh internal yang membuat Hary Tanoe keluar. Sumber financial utama Nasdem dari mana? Ada sumber lain yang besar-besar?
Ngak ada urusan sama Hary Tanoe. Pesawat sana ada. Pesawat sini juga ada. Ini anak Aceh. Kau sendiri under estimate sama anak Aceh saja.
Anak-anak Aceh ini kadang uang 1 rupiah bisa dagang 10.000. Karena semangatenterprenuership-nya itu.
Lebih kuat anak Aceh lah dari orang lain. Semangat menjadi pejuang dalam bidang dunia usaha. Dalam bidang apa saja.
Apa ada deal khusus dengan Jusuf Kalla?
Jusuf Kalla itu sahabat. Senior. Setiap saat kita perlukan. Kita ajak duduk. Minum kopi sama. Kan ngak ada masalah.
Kalau tokoh-tokoh baru ada yang bergabung, ngak ? Pemilu itu, kan bicara dana yang besar, untuk mengurusi Sabang sampai Merauke?
Memang. Tapi tidak seharusnya mengandalkan kekuatan motivasi itu semata-mata. Jati diri, militansi, pemahaman, strategi.
Dimana medan laganya? Siapa musuhnya? Apa kemampuan dirinya? Ngak salah Sun Tsu mengatakan seperti itu.
Ini partai orang-orang muda juga yang penuh dengan dinamika, idealisme. Jangan pikir Nasdem ini partai orang tua yang sudah pensiunan.
Ini partainya darah baru. 75% lebih anggotanya itu orang-orang muda dan belum pernah jadi calon anggota DPR, DPRD, DPRK.
Ini the new ‘fresh blood’. Apa tidak ada values disana?
Soalnya sarana-prasarana. Memangnya 12 partai lain apa? Lihat juga? Prasarana apa yang kamu mau minta? Media massa? Transportasi udara, laut, darat? Apa lagi?
Ngak perlu kita menyatakan, ini uang. Aku ada segunung, uang kau sebukit. Itu kan tidak baik. Tidak mendidik.
Begitu juga kita. Mendirikan partai politik yang baik. Kita mengedepankannya, ya kan. Kemampuan berkompetisi secara natural, begitu. Secara wajar.
Tidak dengan hanya pendekatan "transaksional". Aku lebih bisa membayar lebih. Maka akulah yang berhak sebagai pemenang. Taik kucing itu. Tak ada bagi Nasdem itu . Apa moral politiknya disana?
Kalau begitulah hukum yang harus terjadi dalam keseharian kita. Karena itulah Nasdem akan mencoba mengevaluasi ulang. Posisi dan peran sistem pemilu yang ada.
Khususnya terhadap pilkada-pilkada yang ada di daerah propinsi maupun kabupaten/kota. Kita akan kaji ulang ini. Mudharat dan faedahnya mana lebih banyak ini?
Mari kita lihat. Apakah efektifitasnya yang sekarang ini jauh lebih baik untuk tujuan kebangsaan, kenegaraan kita?
Dan untuk apa anggota dewan ini dipilih secara langsung? Kalau mereka juga tidak kita berikan kesempatan memilih kepala daerahnya.
Tetap Gubernur Kepala Daerah nanti bisa menentukan siapa calonnya? Ada sistemnya seperti itu! Berarti, kita hemat sekali energi kita.
Tiap hari tidak ada Pilkada yang lepas. Setiap hari bisa 1-2 kali Pilkada di suatu tempat di Indonesia. Setiap hari dengan Pilkada di Indonesia ini. Karena kita punya 500 kab/kota dan 33 provinsi. Pilkada terus.
Co-pilot mengumumkan pesawat akan segera landing di Malikussaleh airport. Tapi Surya Paloh tak bergeming. Safety belt pun tak dipasangnya. Dia terus menanggapi pertanyaan demi pertanyaan dengan gaya berapi-api ala Soekarno-nya. Paloh hanya memundurkan badannya lebih rapat dengan kursi VIP pesawat saja. Interview yang hangat ini terus berlanjut hingga pesawat parkir dengan sempurna di apron.
Dengan partai lokal di Aceh bagaimana upaya sinergisitasnya?
Ketiga-tiganya kita membuka (komunikasi), dengan Partai Aceh, (Partai Nasional Aceh dan Partai Dualat Aceh). Maka lihat saja kesiapan kita berdialog, berdiplomasi dan berbagi strategi.
Ada partai lokal dan di luarnya ada partai pusat lainya. Ngak masuk salah satunya bagi kita.
Politik bisa diperankan dengan diplomasi yang cukup indah.
Tidak semata-mata dengan benturan kekerasan.
Ada beberapa RPP turunan UU-PA yang belum diterbitkan Pemerintah. Apa Nasdem juga akan mendorong percepatan RPP ini?
Seharusnya apapun yang menjadi kesepakatan, bagi Nasdem itu tetap harus diperjuangkan. Untuk apa buat kesepakatan kalau tidak direalisasikan? Kenapa membuat Aceh sebagai daerah otonomi khusus.
Untuk apa itu?
Hak-hak apa yang dimiliki oleh Aceh, harus dipenuhi! Aceh tidak menuntut lebih. Ngak perlu dikurang-kurangi. Nasdem memperjuangkan itu.
Tidak saja memperjuangkannya karena kesadaran akal sehatnya saja. Daerah yang memenuhi kualifikasi masuk ke dalam Undang-undang (Pemerintah Aceh) itu. Daerah otonomi khusus. Acehnya, perlu otonomi. Ngak perlu dipura-purakan.
Nah, Nasdem memahami itu.
Dan tidak hanya memahami, Nasdem memperjuangkan itu. Tidak hanya memperjuangkan karena kesadaran dan akal sehatnya saja. Tapi, juga karena tekat, semangat, emosi dan jiwanya.
Bagaimana pengelolaan potensi alam di bawah pemerintah Zaini – Muzakir bisa dilakukan dengan baik?
Apa yang ada alam provinsi Aceh adalah karunia yang diberikan Allah, untuk memberdayakannya perlu pengelolaaan sumber daya alam yang baik. Tentu harapan kita itu, sesuai dengan prinsip-prinsip yang mengatur pemerintahan, pemerintah pusat maupun daerah.
Tata kelola sumber daya alam ini untuk menghantarkan kesejahteraan, kemakmuran bagi masyarakat, ya kan. Paling tidak di daerahnya. Aceh bagaimana bisa mendapatkan kesempakatan yang lebih baik menjadi makmur dari waktu ke waktu. Proses tidak boleh berhenti.
Disanalah dibutuhkan pemerintahannya. Stabil, kuat dan pemimpin yang memberikan keteladanan. Jadi unsur keteladanan penting. Jangan melakukan kesalahan. Karena akan lebih banyak rakyat akan ikut jika pemimpin tidak melakukan kesalahan.
Bicara keinginan pemekaran ALA dan ABAS? Bagaimana Anda melihat friksi itu?
Saya berharap sangat, agar jangan ada friksi seperti itu. Aceh adalah suatu kesatuan. Ya, jadi janganlah membesarkan ALA dan ABAS. Aceh memerlukan konsolidasi, Nanggroe Aceh Darusalam secara utuh.
Berikan perhatian-perhatian ke daerah yang lebih tertinggal. Bahkan prioritas perhatian, itu wajib.
Sayang, kita. Sayang kan kalau ada upaya-upaya pemekeran sebenarnya.
Bukan itu titik permasalahan kita. Aceh, dari satu runtun perjalanan kesejarahannya, ya Aceh yang ada ini.
Kenapa ada emosi pemekaran? Karena tidak ada rasa keadilan, pemerataan. Nah ini masalahnya yang harus kita selesaikan, di bidang ini. Bukan pemekarannya semata-semata.
Kita disibuk-sibukkan dengan urusan pemekaran terus. 75% dari hasil pemekaran itu gagal semua. Di seluruh Indonesia, 75% daerah pemekaran itu tidak berhasil. Ini pengakuan Pemerintah.
Untuk korban gempa di dataran tinggi Gayo, bantuan apa yang akan diberikan?
Insya Allah. Kita akan lihat di lapangan nanti. Dalam bentuk apa bantuannya bisa kita berikan. Tapi pasti, kita akan berikan bantuan, ya kan. Tidak hanya dukungan moral saja.
Tapi akan kita bantu. Ini kan saudara-saudara kita sedaerah, sebangsa dan setanah air.
Kita akan memberikan bantuan. Apakah bantuan natura nanti?. Atau apa lainnya yang diperlukan? Nanti kita akan lihat.
Surya Paloh adalah tokoh politik nasional pertama yang berkunjung ke Bener Meriah dan Aceh Tengah untuk melihat lokasi bencana secara langsung. Surya memberikan bantuan sembako untuk masyarakat korban. Bantuan dari Nasdem dan Metro Group terus mengalir ke korban gempa hingga hari ini dalam berbagai bentuk.
Sumber: http://theglobejournal.com
Label:
Nasional,
Partai NasDem,
Wawancara








