| AtjehLINK |
Aceh Utara – Ketua Dewan Pimpinan
Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Zulfan Lidan mengatakan,
seluruh kader NasDem jangan takut dan tidak boleh jadi pengecut.
Demikian dikatakan Zulfan Lindan menanggapi insiden pemberondongan posko
Zubir HT, Caleg NasDem untuk DPRK Aceh Utara dua hari lalu.
Hal itu disebutkan Zulfan Lindan saat
menghadiri acara peusijuk kader NasDem yang berlangsung di posko
pemenangan Zubir HT di Gampong Kunyet Mule, Matang Kuli, Aceh Utara,
Selasa (18/02/2014).
“NasDem bukan partai pengecut, bukan
berarti dengan adanya teror seperti ini NasDem akan mundur, namun dimana
terdapat tantangan, maka NasDem akan berjuang di tempat itu,” kata
Zulfan Lindan dalam sambutannya pada acara tersebut.
Pengurus pusat NasDem itu menambahkan,
jika ada kader partai tersebut takut dan menjadi pengecut, agar segera
angkat kaki dari NasDem. “NasDem tidak butuh kader pengecut untuk
mewujudkan perubahan di bumi Aceh dan Indonesia. Lebih baik kader NasDem
sedikit tapi berani, dari pada banyak tapi penakut,”tegasnya.
Pada kesempatan itu. selaku pimpinan
NasDem, Zulfan Lindan mendesak kepolisian agar segera mengungkap kasus
penganiayaan dan pemberondongan dengan senjata api posko pemenangan
caleg NasDem, Zubir HT pada Minggu (16/02/2014) lalu.
“Polisi harus mengusut dan menangkap otak pelaku peristiwa tersebut,” tukas Zulfan Lindan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan
Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Aceh Utara, Ir H
Muttaqin MM, meminta maaf kepada seluruh kader NasDem dan tamu undangan
lainnya, atas ketidakhadiran Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang
semula dijadwalkan akan menghadiri acara tersebut.
“Semalam, sekitar pukul 10.00 WIB bang
Surya Paloh mengatakan dirinya tidak bisa menghadiri acara tesebut,
karena pesawat yang telah dibooking pihaknya tidak bisa mendarat di
Bandara Malikussaleh. Luas landasan bandara tidak mampu menampung
pesawat berbadan besar,” ungkap Muttaqim.
Lebih lanjut Muttaqin menambahkan,
melalui dirinya Surya Paloh menitip salam kepada seluruh kader NasDem
dan masyarakat Aceh Utara. “Beliau juga meminta kepada korban insiden
pemberondongan posko NasDem untuk tidak patah semangat dalam
memperjuangkan perubahan dan keadilan bagi masyarakat Aceh melalui
partai NasDem,” ujar Muttaqin.
“Untuk apa damai jika teror
masih terjadi di Aceh, Partai NasDem bukan organisasi terlarang,
NasDem punya badan hukum, NasDem sama dengan organisasi politik lainnya
di Aceh, jadi mari kita berpolitik secara santun dan demokratis di
Aceh,” pinta Caleg NasDem untuk DPRA Dapil V itu.
Menurutnya, peristiwa yang menimpa kader
NasDem, membuat pihaknya prihatin akan kondisi jelang Pemilu di Aceh.
“Pperistiwa kekerasan dan intimidasi terhadap peserta pemilu,
membuktikan perdamaian hanya sebatas slogan tanpa makna di Aceh saat
ini.”
“Kalau sebelum tahun 2005, suara letusan
senjata hal yang wajar di Aceh, tetapi letusan senjata setelah
perdamaian sesuatu yang aneh di bumi Aceh,” pungkas Muttaqin.
Redaksi: Safrizal
Sumber: http://atjehlink.com





Posting Komentar