Home » , , » Surya Paloh: Membangun Indonesia yang Bermartabat Mulai dari Aceh

Surya Paloh: Membangun Indonesia yang Bermartabat Mulai dari Aceh

Written By Safrizal on Jumat, 12 Juli 2013 | 12.04

Gempa 6.2 SR yang meluluh lantakkan dataran tinggi Gayo pada Selasa (2/7/2013) telah menggerakkan hati Surya Paloh untuk berkunjung ke Cekal Baru, Bener Meriah dan Blang Mancung, Aceh Tengah. Agar bisa bertandang ke lokasi gempa, Surya harus repot-repot menelpon Jakarta. Dia membutuhkan pesawat yang lebih kecil sehingga bisa mendarat dengan lebih mudah di bandara lokal di Lhokseumawe.
Jumat (5/7/2013), tepat pukul 09.00 WIB, pesawat jet BEA berlogokan Metro TV itu take off dari bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) untuk terbang selama 25 menit ke Bandara Malikussaleh di Aceh Utara. The Globe Journal ikut dalam rombongan Nasdem ke lokasi gempa.
Setelah take off dan mengitari udara pulau Weh dan pesawat jet mulai bergerak ke selatan di atas kawasan kaki Gunung Seulawah Agam, Surya Paloh yang sebelumnya duduk di kursi ekslusif ditemani stafnya dari Nasdem, kemudian bangun menghampiri  The Globe Journal. Surya Paloh memberikan kesempatan kepada The Globe Journal untuk berbincang secara khusus.
Selang beberapa lama, Charles, staf media Surya Paloh, mengajak wartawan kantor berita Antara untuk bergabung dalam interview khusus di udara ini.
Berikut petikan interviewnya: 
Ada berapa kursi yang ditargetkan Nasdem di DPR RI?
Harusnya ada dua dapil. Kalau kinerjanya biasa-biasa saja ya Cuma dua kursi.  Kalau kerjanya lebih baik bisa empat sampai enam kursi. Kita akan lihat kinerjanya. Kinerja daripada kemampuan konsolidasi dari partai Nasdem itu sendiri di wilayah Aceh. Itulah jawabannya.
Ada dua dapil kalau kerjanya biasa-biasa saja pasti akan terisi, saya pikir, masing-masing satu kursi di dapil. Tapi rasanya kalau kerja biasa-biasa saja apa hebatnya?
Jadi bolehlah Nasdem berharap. Aceh memberikan sumbangsih yang berarti pada pemilu 2014 ini, kepada partai nasional. Partai yang didirikan oleh putra daerah Aceh dengan menjual konsepsi gerakan perubahan restorasi Indonesia.
Tentunya ini bermakna khusus bagi masyarakat Aceh. Bagaimanapun juga, kesadaran dan keinginan kepahaman terhadap esensi pesan ini. Hati dan sensitifitas masyarakat Aceh dalam kondisi terkini, saya pikir.
Harusnya masyarakat Aceh lebih memahami itu dibanding dengan orang yang lebih jauh.
Apa bekal yang diberikan kepada Caleg Nasdem untuk meraup suara?
Yang pertama kita lihat, versi pemilihan umum secara langsung ini. Dimana suara terbanyak menentukan. Itu artinya setiap caleg harus bisa menyadari batasan kemampuan yang dimiliki. Kelebihan-kelebihan yang jadi potensi kekuatan dirinya. Kelemahan-kelemahan juga yang harus dia minimize dari waktu ke waktu.
Sisi yang tidak kalah pentingnya, consentratekita ini kan beranekaragam. Dari orang yang punya titel professor doktor, dengan status sosial ekonomi bisa dikatagorikan orang berada. Dan mereka yang barangkali papa, yang sehari-hari hanya bekerja lepas, atau buruh, petani dan nelayan.
Untuk suara tidak ada bedanya, masing-masing memiliki hak politik yang sama. Satu suara.
Jadi mesti didaya-gunakanlah sepenuhnya bagaimana menggunakan konsepsi, gagasan dan daya pemikiran. Kenapa dia menjadi caleg Partai Nasdem?
Partai ini, partai baru. Dia jelaskan ini. Kenapa dia mau masuk ke partai baru ini? Apakah ini tidak merugikan dirinya? Target apa yang dia ingin capai? 
Atau sebaliknya ini bahagian yang dia sadari bahwasanya, justru dengan partai baru ini dia bisa menyalurkan aspirasi (dan) idealismenya. Dia bisa menyakini bahwa partai baru ini adalah partai yang sudah pasti akan belajar daripada kelemahan dan kelebihan dari partai-partai yang sebelumnya.
Lebih banyak darah segar, orang-orang baru, orang muda di partai baru. Mungkin lebih sedikit masalahnya daripada partai lama dengan sejumlah problematika yang ada sama mereka.
Dia harus jelaskan juga kepada masyarakat tentang keberadaannya ini. Itu yang pertama.
Kedua, dia katakan, memang sesungguhnya. Ada tekat semangat yang dia yakini. Partai baru, yang namanya Nasdem ini, memang mengedepankan profesionalitas setiap anggota kader partainya. Terutama mereka yang mendapatkan amanah sebagai caleg-caleg dan tetap berdampingan dengan nilai-nilai moralitas.
Caleg-caleg Nasdem tidak saja mengedepankan profesionalitas. Boleh orang pinter, boleh yang tahu, kemampuan berorganisasinya hebat. Tapi juga moralitasnya. Kalau moralnya tidak memadai untuk itu, maka sebaiknya dia tidak diunggulkan oleh partai Nasdem.
Karena Nasdem nantinya akan sangat punya kepentingan untuk mengembalikan harkat, martabat dan moralitas bangsa.
Yang harus kita akui, kondisi hari ini. Kalau mau kita jujur. Kondisi yang sedang kita cari-cari mau kearah mana kita berjalan sebagai satu bangsa?
Untuk pemenangan di Sumatra. Apa yang di harapkan Nasdem sekarang?
Kalau Aceh sendiri tidak memberikan nilai lebih bagaimana kita harapkan Sumatra. Jadi aceh adalah modal awal dari perjuangan 120 kursi yang dimiliki oleh daerah Sumatra dari 10 provinsi yang diperjuangkan sebagai kursi DPR RI.
Nasdem berharap. Insya Allah barangkali Sumatera memberikan 25 kursi minimum pada Nasdem. Insya allah dan saya optimis untuk itu.
Nah itu catatannya, apabila Aceh juga memberikan doa sedikit dan sumbangsih sedikit. Jadi kalau Aceh hanya pas-pasan. Kita juga sedikit sedih sebenarnya.
Untuk Indonesia timur, bagaimana ?

Amat sangat. Amat sangat luar biasa!

Ini benar, bukan mengada-ngada. Nasdem itu di luar Aceh. Kalian akan rasakan, hebat.
Ya, sedikitnya Aceh tidak lebih hebat.
 

Tantangan Nasdem sebenarnya kan ada di Jawa. Nah bagaimana memenangkan pemilih di pulau Jawa?
Jawa itu ada tiga provinsi. Provinsi terbesar Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Optimisme pemilu kali ini Jawa Barat akan dimenangkan oleh Nasdem.
Insya Allah, Nasdem optimis sekali sebagai partai pemenang dari Jawa Barat. Jadi itu bisa kalian bayangkan, dan ini tidak mengada-ngada.


Apa strategi yang dilakukan agar menang di Jawa Barat?

Memang, masyarakatnya, emosinya, publiknya, tokohnya semua bergabung dalam Nasdem.

Dan setiap pemilu, kebetulan tidak ada partai yang berulang jadi pemenang. Gantian.
Realistik sekali. Jadi nanti kalian akan surprise melihat itu di Jawa Barat.
Insya Allah, bukan kita mengada ngada ini. Tanya sama Charles yang banyak ke Jawa Barat.
Saya belum sebutkan yang ketiga. Ini kita akan evaluasi lebih jauh. sampai disini.Confident-nya tinggi.


Bicara tentang Indonesia 1 dan 2, apa yang direncanakan Nasdem untuk merebut posisi itu?
Nasdem tak akan membicarakan ini sebelum melihat hasil dari pemilu legalatif.
Ya, tahu dirilah sebagai partai baru. Dan kita hanya memberikan sebuah fatsun? Etika berpolitik secara baik.
Bahwasanya pemilu legislatif itu mengawali pemilu Pilpres. Tidak ada seorangpun bisa mencalonkan calon presiden dan wakil presiden tanpa ada partai politik.
Anehnya, ketika semua elit-elit partai politik ini tahu tentang aturan-aturan permainan seperti itu. Dia belum dapat memastikan bahwa Pemilu Legislatifnya dapat memenuhipresidential threshold atau berkoalisi.
Dengan hal yang yang memungkinkan bahwa calegnya dan calonnya masuk sebagai calon presiden. Apabila sudah mendekarasikan dari awal, itu hak, tapi etika dan fatsunnya tidak elok.
Dan bahkan Nasdem, jika diluar nomor 1, 2, 3 tidak ikut mencalonkan (presiden). Bukan hal baru.
Kita akan menempatkan dari sebagai partai oposisi. Jadi diluar tiga besar, Nasdem jadi partai oposisi.
Paska kisruh internal yang membuat Hary Tanoe keluar. Sumber financial utama Nasdem dari mana? Ada sumber lain yang besar-besar?
Ngak ada urusan sama Hary Tanoe. Pesawat sana ada. Pesawat sini juga ada. Ini anak Aceh. Kau sendiri under estimate sama anak Aceh saja.
Anak-anak Aceh ini kadang uang 1 rupiah bisa dagang 10.000. Karena semangatenterprenuership-nya itu.
Lebih kuat anak Aceh lah dari orang lain. Semangat menjadi pejuang dalam bidang dunia usaha. Dalam bidang apa saja.


Apa ada deal khusus dengan Jusuf Kalla?
Jusuf Kalla itu sahabat. Senior. Setiap saat kita perlukan. Kita ajak duduk. Minum kopi sama. Kan ngak ada masalah.

Kalau tokoh-tokoh baru ada yang bergabung, ngak ? Pemilu itu, kan bicara dana yang besar, untuk mengurusi Sabang sampai Merauke?

Memang. Tapi tidak seharusnya mengandalkan kekuatan motivasi  itu semata-mata. Jati diri, militansi, pemahaman, strategi.

Dimana medan laganya? Siapa musuhnya? Apa kemampuan dirinya? Ngak salah Sun Tsu mengatakan seperti itu.
Ini partai orang-orang muda juga yang penuh dengan dinamika, idealisme. Jangan pikir Nasdem ini partai orang tua yang sudah pensiunan.
Ini partainya darah baru. 75% lebih anggotanya itu orang-orang muda dan belum pernah jadi calon anggota DPR, DPRD, DPRK.
Ini the new ‘fresh blood’. Apa tidak ada values disana?
Soalnya sarana-prasarana. Memangnya 12 partai lain apa? Lihat juga? Prasarana apa yang kamu mau minta? Media massa? Transportasi udara, laut, darat? Apa lagi?
Ngak perlu kita menyatakan, ini uang. Aku ada segunung, uang kau sebukit. Itu kan tidak baik. Tidak mendidik.
Begitu juga kita. Mendirikan partai politik yang baik. Kita mengedepankannya, ya kan. Kemampuan berkompetisi secara natural, begitu. Secara wajar.
Tidak dengan hanya pendekatan "transaksional". Aku lebih bisa membayar lebih. Maka akulah yang berhak sebagai pemenang. Taik kucing itu. Tak ada bagi Nasdem itu . Apa moral politiknya disana?
Kalau begitulah hukum yang harus terjadi dalam keseharian kita. Karena itulah Nasdem akan mencoba mengevaluasi ulang. Posisi dan peran sistem pemilu yang ada.
Khususnya terhadap pilkada-pilkada yang ada di daerah propinsi maupun kabupaten/kota. Kita akan kaji ulang ini. Mudharat dan faedahnya mana lebih banyak ini?
Mari kita lihat. Apakah efektifitasnya yang sekarang ini jauh lebih baik untuk tujuan kebangsaan, kenegaraan kita?
Dan untuk apa anggota dewan ini dipilih secara langsung? Kalau mereka juga tidak kita berikan kesempatan memilih kepala daerahnya.
Tetap Gubernur Kepala Daerah nanti bisa menentukan siapa calonnya? Ada sistemnya seperti itu! Berarti, kita hemat sekali energi kita.
Tiap hari tidak ada Pilkada yang lepas. Setiap hari bisa 1-2 kali Pilkada di suatu tempat di Indonesia. Setiap hari dengan Pilkada di Indonesia ini. Karena kita punya 500 kab/kota dan 33 provinsi. Pilkada terus.
Co-pilot mengumumkan pesawat akan segera landing di Malikussaleh airport. Tapi Surya Paloh tak bergeming. Safety belt pun tak dipasangnya. Dia terus menanggapi pertanyaan demi pertanyaan dengan gaya berapi-api ala Soekarno-nya. Paloh hanya memundurkan badannya lebih rapat dengan kursi VIP pesawat saja. Interview yang hangat ini terus berlanjut hingga pesawat parkir dengan sempurna di apron.
Dengan partai lokal di Aceh bagaimana upaya sinergisitasnya?
Ketiga-tiganya kita membuka (komunikasi), dengan  Partai Aceh, (Partai Nasional Aceh dan Partai Dualat Aceh). Maka lihat saja kesiapan kita berdialog, berdiplomasi dan berbagi strategi.
Ada partai lokal dan di luarnya ada partai pusat lainya. Ngak masuk salah satunya bagi kita.
Politik bisa diperankan dengan diplomasi yang cukup indah.
Tidak semata-mata dengan benturan kekerasan.
Ada beberapa RPP turunan UU-PA yang belum diterbitkan Pemerintah. Apa Nasdem juga akan mendorong percepatan RPP ini?
Seharusnya apapun yang menjadi kesepakatan, bagi Nasdem itu tetap harus diperjuangkan. Untuk apa buat kesepakatan kalau tidak direalisasikan? Kenapa membuat Aceh sebagai daerah otonomi khusus. 
Untuk apa itu?
Hak-hak apa yang dimiliki oleh Aceh, harus dipenuhi! Aceh tidak menuntut lebih. Ngak perlu dikurang-kurangi. Nasdem memperjuangkan itu.
Tidak saja memperjuangkannya karena kesadaran akal sehatnya saja. Daerah yang memenuhi kualifikasi masuk ke dalam Undang-undang (Pemerintah Aceh) itu. Daerah otonomi khusus. Acehnya, perlu otonomi. Ngak perlu dipura-purakan.
Nah, Nasdem memahami itu.

Dan tidak hanya memahami, Nasdem memperjuangkan itu. Tidak hanya memperjuangkan karena kesadaran dan akal sehatnya saja. Tapi, juga karena tekatsemangat, emosi dan jiwanya.

Bagaimana pengelolaan potensi alam di bawah pemerintah Zaini – Muzakir bisa dilakukan dengan baik?
Apa yang ada alam provinsi Aceh adalah karunia yang diberikan Allah, untuk memberdayakannya perlu pengelolaaan sumber daya alam yang baik. Tentu harapan kita itu, sesuai dengan prinsip-prinsip yang mengatur pemerintahan, pemerintah pusat maupun daerah.
Tata kelola sumber daya alam  ini untuk menghantarkan kesejahteraan, kemakmuran bagi masyarakat, ya kan. Paling tidak di daerahnya. Aceh bagaimana bisa mendapatkan kesempakatan yang lebih baik menjadi makmur dari waktu ke waktu. Proses tidak boleh berhenti.
Disanalah dibutuhkan pemerintahannya. Stabil, kuat dan pemimpin yang memberikan keteladanan. Jadi unsur keteladanan penting. Jangan melakukan kesalahan. Karena akan lebih banyak rakyat akan ikut jika pemimpin tidak melakukan kesalahan.

Bicara keinginan pemekaran ALA dan ABAS? Bagaimana Anda melihat friksi itu?

Saya berharap sangat, agar jangan ada friksi seperti itu. Aceh adalah suatu kesatuan. Ya, jadi janganlah membesarkan ALA dan ABAS. Aceh memerlukan konsolidasi, Nanggroe Aceh Darusalam secara utuh.

Berikan perhatian-perhatian ke daerah yang lebih tertinggal. Bahkan prioritas perhatian, itu wajib.
Sayang, kita. Sayang kan kalau ada upaya-upaya pemekeran sebenarnya.
Bukan itu titik permasalahan kita. Aceh, dari satu runtun perjalanan kesejarahannya, ya Aceh yang ada ini.

Kenapa ada emosi pemekaran? Karena tidak ada rasa keadilan, pemerataan. Nah ini masalahnya yang harus kita selesaikan, di bidang ini. Bukan pemekarannya semata-semata.

Kita disibuk-sibukkan dengan urusan pemekaran terus. 75% dari hasil pemekaran itu gagal semua. Di seluruh Indonesia, 75% daerah pemekaran itu tidak berhasil. Ini pengakuan Pemerintah.
Untuk korban gempa di dataran tinggi Gayo, bantuan apa yang akan diberikan?
Insya Allah. Kita akan lihat di lapangan nanti. Dalam bentuk apa bantuannya bisa kita berikan. Tapi pasti, kita akan berikan bantuan, ya kan. Tidak hanya dukungan moral saja.
Tapi akan kita bantu. Ini kan saudara-saudara kita sedaerah, sebangsa dan setanah air.
Kita akan memberikan bantuan. Apakah bantuan natura nanti?. Atau apa lainnya yang diperlukan? Nanti kita akan lihat.
Surya Paloh adalah tokoh politik nasional pertama yang berkunjung ke Bener Meriah dan Aceh Tengah untuk melihat lokasi bencana secara langsung. Surya memberikan bantuan sembako untuk masyarakat korban. Bantuan dari Nasdem dan Metro Group terus mengalir ke korban gempa hingga hari ini dalam berbagai bentuk.
Share this article :

Posting Komentar

 
Creating Website by Safrizal | Liga Mahasiswa NasDem Aceh Korkom Unimal
Copyright © 2013. DPD Partai NasDem Aceh Utara - All Rights Reserved
Sekretariat: Jl. Merdeka Barat No. 175 C Cunda, Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh
powered by Tim Pemenangan Partai NasDem Aceh Utara